Motif Batik Indonesia
Budaya

Motif Batik Indonesia

by Sherra
Fri, 02-Oct-2015

Ada ribuan motif batik yang telah diciptakan oleh para pengrajin dan seniman di Indonesia. Motif-motif batik tersebut dapat dikelompokkan menjadi 7 kelompok batik Indonesia, yaitu: motif batik parang, geometri, banji, tumbuh-tumbuhan melanjar, tumbuh-tumbuhan air, bunga, satwa. Inilah beberapa motif batik Indonesia yang sering digunakan orang.

1. Motif  Kawung

Kawung dalam bahasa Sunda berarti buah aren atau kolang-kaling. Motif kawung menyerupai buah kolang-kaling yang dipotog melintang membelah sehingga kelihatan empat biji. Motif ini biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan.

2. Motif Tumpal

Ini adalah motif batik Indonesia yang bentuk dasarnya segitiga sama kaki dan digunakan sebagai pinggiran kain selendang atau jarik.

3. Motif Ceplokan

Ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri, seperti segi empat, empat persegi panjang, bulat telur, atau pun bintang. Ada banyak varian lain dari motif ceplok. Motif ceplok juga sering dipadupadankan dengan berbagai bentuk motif lain untuk mendapat corak dan motif batik yang lebih indah.

4. Motif Batik Gurda

Gurda berasal dari kata Garuda. Motif yang satu ini nggak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan sebagai lambang matahari. Oleh masyarakat Jawa, garuda disebut sebagai simbol kehidupan juga simbol kejantanan. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap dan di tengahnya terdapat badan dan ekor.

5. Motif Lereng

Motif batik lereng memiliki pokok garis-garis miring sejajar dan dihiasi motif-motif tambahan, seperti bunga, daun, titik, atau yang lainnya untuk menambah keindahan motif.

6. Motif Batik Meru

Kata meru berasal dari Gunung Mahameru. Gunung ini dianggap sebagai tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti, yaitu Sang Hyang Wisnu, Sang Hyang Brahma, dan Sang Hyang Siwa. Tri Murti dilambangkan sebagai sumber dari segala kehidupan, sumber kemakmuran, dan segala sumber kebahagiaan hidup di dunia. Oleh karena itu, meru digunakan sebagai motif batik agar si pemakai selalu mendapatkan kemakmuran dan kebahagiaan.

7. Motif Batik Truntum

Motif batik truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana [Permaisuri Sunan Paku Buwana III]. Kain motif truntum biasanya dipakai oleh orangtua pengantin di hari pernikahan. Truntum artinya menuntun, kadang dimaknai pula bahwa orangtua diharapkan bisa menuntun calon pengantin.

8. Motif Batik Parang Kusuma

Motif ini bermakna bahwa hidup harus dilandasi dengan perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin, ibarat keharuman bunga [kusuma]. Bagi orang Jawa, yang paling utama dari hidup di masyarakat adalah keharuman [kebaikan] pribadi tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Mereka harus mematuhi aturan hidup bermasyarakat dan taat kepada perintah Tuhan.

10. Motif Batik Parang Rusak Barong

Motif batik parang rusak barong berasal dari kata batu karang dan barong [singa]. Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama pada saat ritual keagamaan dan meditasi agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri.

11. Motif Batik Udan Liris

Motif ini mengandung makna ketabahan dan kekuatan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas. Orang yang berumah tangga, apalagi pengantin baru, harus berani dan mau hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan. Ibaratnya tertimpa hujan dan panas, nggak boleh mudah mengeluh. Segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama.

11. Motif Batik Tambal

Motif batik Indonesia yang satu ini unik, sebab ada kepercayaan bahwa bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, ia akan cepat sembuh. Tambal artinya menambah semangat hari. Dengan semangat baru itu diharapkan harapan baru akan muncul sehingga kesembuhan mudah didapat.

12. Motif Batik Slobog

Slobog bisa juga berarti lobok atau longgar. Kain ini biasa dipakai untuk melayat  agar yang meninggal nggak mengalami kesulitan menghadap Yang Maha Kuasa. Hal ini sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip keagamaan bahwa setelah kematian ada kehidupan lain yang harus dipertanggung jawabkan, yaitu menghadap Tuhan.

13. Motif Batik Ciptoning

Motif batik ciptoning biasanya dipakai oleh orang yang dituakan maupun pemimpin. Dengan memakai motif ini, diharapkan pemakainya menjadi orang bijak dan mampu memberi petunjuk jalan yang benar pada orang lain yang dipimpinnya. Makna filosofis motif ini sebenarnya bukan hanya untuk pemimpin, tetapi juga untuk setiap orang agar mampu memimpin [menempatkan] dirinya sendiri di tengah masyarakatnya.

14. Motif Batik Parikesit

Motif ini mengandung makna bahwa untuk mencari keutamaan, harus dilandasi dengan usaha keras dan kegesitan tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Usaha keras dan kegesitan dengan cara kotor harus dihindari karena bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

15. Motif Batik Sido Luhur

Motif batik ini mengandung makna keluhuran. Bagi orang Jawa, hidup bertujuan untuk mencari keluhuran materi dan non materi. Keluhuran materi artinya segala kebutuhan ragawi bisa tercukupi dengan bekerja keras secara benar, halal, dan sah tanpa melakukan kecurangan. Sebab walaupun merasa cukup atau bahkan berlebihan secara materi, keluhuran materi belum bisa tercapai kalau harta materi diperoleh dengan cara nggak benar.

Selamat Hari Batik! [][teks @saesherra/hanleebatik.com | foto desabatik]