Tangerang: "Kota Benteng" Hasil Perjuangan Banten
Budaya

Tangerang: "Kota Benteng" Hasil Perjuangan Banten

by Pandu
Wed, 09-Dec-2015

Percaya atau tidak, Tangerang telah berusia 355 tahun. JIka merunut dari arsip VOC yang ditulis F. de Haan, Tangerang sudah ada sejak tahun 1660. Pada waktu itu, wilayah Tangerang masih dikuasai Sultan Banten. Ketika itu dia memindahkan 6.000 penduduk ke sebelah Barat Sungai Cisadane meski alasannya belum jelas.

Nama Tangerang diambil dari bahasa Sunda “Tangeran” yang berarti “Tanda”. Karena perbedaan dialek, oleh orang-orang Makasar, mereka menyebutnya Tangerang. Ucapan itu bahkan terbawa sampai sekarang.

Menurut kajian buku Sejarah Kabupaten Tangerang, Tiga Aria diberi titah oleh Sultan Banten untuk mendirikan Tangerang, Yudhanegara, Wangsakara dan Santika. Mereka yang memberi perbatasan antara daerah Tangerang [Banten] dan Tangerang Kompeni [VOC]. Batas itu tertuang di Tugu S. Cisadane, menggunakan huruf Arab 'gundul', pada tanggal 5 Sapar tahun Wau.

Sesuai arsip Dag Register, yang dicatat VOC, penguasa Tangerang saat itu adalah Kyai Soeradilaga dan putranya Subraja. Kerajaan Banten kalah perang dari Ayah dan Anak itu. Atas jasanya, Soeradilaga dan Subraja diberi gelar kehormatan Raden Aria Suryamanggala dan Kyai Dipati Soetadilaga.

Lewat perjanjian yang ditandatangani pada 17 April 1684, Tangerang menjadi kekuasaan kompeni. Banten tidak lagi punya hak untuk campur tangan dalam mengatur tata pemerintahan. Daerahnya meliputi sepanjang aliran sungai Untung Jawa hingga ke laut selatan.

Karena areal kekuasaan bertambah luas, dibuatlah pos-pos penjagaan. Agar bisa menahan serangan Kerajaan Banten yang mendadak. Tahun 1962, pos-pos itu cuma terbuat dari bambu. Lalu pada tahun 1705, Gubernur Jenderal Zwaardeczon menginstruksikan agar pos tadi dibangun permanen menjadi benteng. Menggunakan batu bata dan dijaga centeng-centeng dari luar Jawa.

Benteng itu punya ketebalan dinding 6 m, supaya kokoh dari serangan Kerajaan Banten. Dari sini sebutan Tangerang sebagai "Kota Benteng" mulai muncul karena fenomenalnya perjuangan Banten menghajar VOC dan begitu kokohnya benteng ini.

Dulu cuma berpenduduk 6.000 orang. Tapi kini Tangerang sudah mencapai 1.798.601 jiwa  menurut sensus tahun 2010. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto tangerangkota.go.id]