Gothic Telah Hidup 17 Abad
Budaya

Gothic Telah Hidup 17 Abad

by Pandu
Wed, 20-Apr-2016

Dalam budaya paling modern, Gothic tumbuh bersama kultur punk rock di café-café redup dan pengap. Lalu lepas menjadi subkultur yang kelam juga penuh aura kematian. Tapi jauh sebelum Joy Division atau The Cure memopulerkan gothic di pertengahan '80-an, kultur ini telah ada sejak abad ke-4.

Hidup bersama orang-orang yang menantang Kekaisaran Romawi, Gothic lebih dari kultur, mereka suku yang pernah dominan dari Jerman hingga Portugal. Dipimpin Raja Ermanaric, suku ini mencapai kejayaan. Bahkan menaklukan Byzantium, Athena dan Sparta. Kekuatan tempur Suku Gothic juga diakui Romawi. Mereka bahkan direkrut sebagai bala tentara untuk menginvasi seluruh Eropa.

Suku ini juga yang menjadi nenek moyang dari orang-orang Jerman. Mereka ahli bertempur, membuat perkakas, dan perhiasan. Rata-rata suku Gothic adalah seorang pandai besi. Salah satu ornament dekorasi berbentuk Elang dari abad ke-4, dipajang di Museum Nasional Jerman. Berarti Elang [Reichsadler] telah sejak dulu jadi simbol rakyat Jerman.

Sejak kalah perang di akhir abad ke-4, Suku Gothic terbagi dua. Visigoths [milik Romawi] dan Ostrogoths [milik Huns]. Sedikit-sedikit mereka mulai terpinggir dari panggung peperangan. Di abad ke-18, masih ada yang berbicara pakai bahasa Gothic di Crimea, Jerman. Tapi sekarang bahasa itu sudah hilang.

Yang masih tersisa dari kultur awal Suku Gothic ialah tipografi. Font Blackletter yang masih bertahan dari abad 11. Sans-serif pun termasuk dalam tipografi Gothic menurut Wikipedia.

Gothic kembali populer di tahun '80-an, tidak lagi sebagai suku penantang Romawi. Tapi youth movement yang menantang kemapanan. Terinfluensi oleh literature Gothic [yang memadukan romantisme, horror dan supernatural] serta etos punk. Gothic sebagai subkultur telah lahir. Jauh dari sosok petarung, Gothic yang baru lebih mirip sebagai satanis.

Seolah bangkit dari kubur, Gothic yang kekinian lengkap memakai atribut serba hitam dan terkadang simbol satanis. Gothic abad ke-20 mewujudkan ‘Transylvania’ ke jalan-jalan sampai catwalk. Untuk merayakan kultur Gothic, setiap tahun di bulan Mei diadakan Festival Wave-gotik-treffen di Jerman. Festival Gothic terbesar di bumi. [][teks @HaabibOnta | foto wikimedia]