7 Obat dari Peradaban Lampau
Budaya

7 Obat dari Peradaban Lampau

by Pandu
Sun, 18-Sep-2016

Sebelum peradaban kenal obat modern berbentuk kapsul dan tablet, tabib atau dokter masih memakai ramuan dari tanaman serta hewan yang telah dipercaya khasiatnya. Sampai sekarang ramuan tradisional itu pun masih bertahan.

Meski ada yang yang sudah dicekal dan masuk dalam kategori berbahaya oleh dunia farmasi. Hmm, apa betul begitu?

Ini adalah 7 obat tradisional yang digunakan oleh orang-orang di budaya lampau. Awas terkejut!

#1. Opium

Bangsa: Sumeria, Assyria, Mesir, India, Yunani, dan Roma

Sejak: 3.400 SM

Khasiat: Mengandung 12% morfin, tabib menggunakan tanaman ini untuk menghilangkan rasa sakit. Bahkan meningkatkan gairah. Baru abad ke-16 opium digunakan untuk mabuk.

#2. Psilocybin

Bangsa: Arab, Aztec, dan Maya

Sejak: 9.000 SM

Khasiat: Sekarang lebih dikenal sebagai ‘magic mushroom’. Dulu dipakai para shaman, pendeta, dukun untuk ritual meditasi supaya mendapat wangsit serta pencerahan dari semesta.

#3. Lotus Biru

Bangsa: Mesir

Sejak: -

Khasiat: Sebagai obat tidur paling ampuh di seluruh dunia. Ada sajak lampau yang menyebutkan, siapa saja yang sudah mencoba ramuan Lotus Biru tak akan kembali ke negara asal.

#4. Daun Coca

Bangsa: Maya

Sejak: -

Khasiat: Tentu bukan sebagai minuman bersoda. Bangsa Maya meminumnya mirip ramuan teh atau jamu sebelum kenal kopi karena mengandung kalsium dan vitamin.

#5. Tembakau

Bangsa: Indian

Sejak: 1600

Khasiat: Suku Indian percaya bahwa tembakau adalah tanaman dari surga. Menghisapnya mendekatkan mereka pada surga. Serta sebagai bentuk persaudaraan.

#6. Sirih

Bangsa: Arab, China, India dan Melayu

Sejak: -

Khasiat: Dipakai untuk menghangatkan tubuh serta menjaga kebersihan mulut. Sayangnya kebiasaan menyirih sudah hampir punah. Terganti oleh sikat gigi yang praktis.

#7. Ganja

Bangsa: Arab, China, Maya

Sejak: -

Khasiat: Selain untuk pengobatan rasa nyeri, ganja juga dipakai di ritual adat bahkan membuat pakaian. Saat ini ganja bahkan disebut juga bisa menyembuhkan kanker. [][teks @HaabibOnta | foto encompasshealthcare.com]