Sri Eng Tay: Refleksi Perebutan Kekuasaan
Budaya

Sri Eng Tay: Refleksi Perebutan Kekuasaan

by Sherra
Tue, 01-Nov-2016

Kali ini Indonesia Kita menyuguhkan pementasan yang mengambil warisan cerita legendaris Tionghoa bertajuk "Sri Eng Tay". Pementasan yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini merupakan pentas Indonesia Kita ke-21.

Lakon Sri Eng Tay berawal dari suasana duka dan gelisah sebuah perguruan silat bernama "Go Bin Pai", perguruan silat yang semua anggotanya perempuan. Mereka mendengar kabar akan ada seorang pendekar hebat yang akan membunuh suhu atau guru mereka. Seiuruh anggota perguruan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk menyiapkan upacara kematian suhunya.

Namun sang suhu bilang kalau jurus pamungkasnya hanya akan diwariskan kepada Eng Tay. Dia adalah murid perguruan Go Bin Pai yang sudah lama pergi, tak diketahui keberadaannya. Situasi makin runyam ketika para pendekar dari perguruan lain juga ingin menjadi Pendekar Nomor Satu di dunia persilatan. Saat pendekar misterius muncul, pertarungan besar tak terelakkan.

Seperti biasa, celetukan jenaka dari para pemain mengundang tawa. Disisipkan juga sindiran halus dan pesan baik untuk Indonesia. Bahkan fenomena terbaru yang sedang jadi obrolan hangat juga dipertontonkan.

Pementasan terasa lebih menarik ketika dua aktor, Alena Wu dan Hans Huang membawakan lagu Mandarin dengan suara merdu. Penonton pun diam terkesima. Apalagi didukung Kelompok Wushu Jakarta yang menampilkan pertarungan silat di atas panggung.


Butet Kertaradjasa mengatakan, cerita ini dibuat untuk merefleksikan warisan budaya Tionghoa menjadi wawasan terhadap berbagai corak perilaku manusia di masa kini.

"Warisan Budaya Tionghoa di Indonesia merupakan salah satu perkembangan budaya Indonesia. Banyak pedoman hidup tentang sikap yang baik dan buruk, tentang tipu muslihat, ambisi dan keserakahan telah diang kat di dalam cerita Tionghoa baik melalui buku maupun film. Masyarakat Indonesia pada umumnya akrab dan menggandrungi Cerita Tionghoa, terutama yang mengangkat kisah-kisah para pendekar silat," katanya.