Kisah dan Kreasi Besek Bambu
Budaya

Kisah dan Kreasi Besek Bambu

by Sherra
Wed, 06-May-2015

Indonesia kaya dengan berbagai budaya. Apalagi kesenian dan kerajinan tangannya sulit tertandingi oleh kebudayaan lain. Salah satunya adalah kerajinan tangan besek bambu.

Besek bambu biasanya dipakai sebagai kotak untuk menyimpan berbagai macam makanan. Kalau dari hajatan atau kendurian, terkadang empunya acara membekali besek dan juga isinya untuk dibawa pulang.

Namanya juga besek bambu, tentu saja bahannya juga terbuat dari anyaman bambu. Ini merupakan kerajinan tangan di wilayah pedesaan. Nggak heran, banyak wisatawan takjub pada kerajinan satu ini. Selain bernilai budaya yang Indonesia banget, besek dibuat dengan teknik yang membutuhkan ketelatenan.

Gawatnya, keberadaan besek mulai terancam. Plastik menawarkan kepraktisan dalam penggunaan dan pembuatannya. Pada akhirnya, terbuatlah besek dari bahan bambu ke bahan plastik yang berwarna warni.

Makanya, kesenian anyaman besek bambu  harus terjaga dan terhindar dari kepunahan. Seperti yang dilakukan warga di Desa Bukor, Bondowoso. Yup, kurang lebih 2.000 warga menggantungkan hidupnya pada bambu. Di Dusun Maitan, Magelang, kerajinan bambu ini juga merupakan pekerjaan sambilan ibu-ibu rumahtangga.

Bakat membuat besek tersebut sudah turun temurun, nggak ada di mata pelajaran sekolah. Sayangnya, bahan utama produksi, yaitu bambu, mulai langka. Bambu cikal bakal besek minimal berusia 1,5 tahun untuk digunakan. Hhmm.. semoga aja budidaya bambu akan terus dilakukan yah..

Sebenarnya, besek nggak cuma untuk makanan, tapi juga bisa dijadikan tempat peralatan. Kalau kamu punya besek di rumah, jangan dibuang! Kamu bisa menyulapnya menjadi lebih apik dan catchy supaya bisa digunakan lagi. Nah, caranya..

  1. Bersihkan besek dari debu, cuci dengan sabun, lalu jemur sampai kering.
  2. Bersihkan benang-benang bambu yang biasanya ada di permukaan besek, misalnya dengan kertas ampelas.
  3. Setelah bersih, aplikasikan cat putih sebagai cat dasar. Kamu bisa gunakan jenis cat akrilik, cat tembok, cat sablon, cat kayu, atau bahkan lianci [pewarna tekstil]. Aplikasikan dengan busa agar mudah merata.
  4. Setelah cat dasar kering, aplikasikan cat warna lain sesukamu. Aplikasikan sebanyak 2-3 kali hingga mencapai hasil maksimal.
  5. Nah, kreasikan id mu, misalnya ditempel gambar sesukamu, ditambahkan pita, atau kamu boleh gambar desain sendiri di permukaan besek.
  6. Setelah semuanya kering, aplikasikan cat pernis sebagai coating.


Yuk! Cobain menghias besek bambu. Siapa tau nanti hasil karya kamu menarik dan bisa dijual.. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto berbagai sumber]