Kenapa Imlek Ada Barongsai?
Budaya

Kenapa Imlek Ada Barongsai?

by Pandu
Mon, 23-Jan-2017

Imlek 2017 bakal jatuh 28 Januari. Artinya, area Pecinan dan klenteng di Jakarta dan daerah lainnya akan serentak merayakan tahun baru. Dan akan banyak atraksi khas kultur Tionghoa. Misalnya, Barongsai. Ini jadi atraksi wajib yang harus ada tiap tahunnya.

Imlek tanpa Barongsai ibarat ngopi tapi nggak ada temennya. Jadi hambar 'kan. Ada dua versi sejarah tentang Barongsai. Pertama, Barongsai dipakai pasukan Raja Song Wen dari Dinasti Qing yang hampir kalah oleh serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Nggak disangka, pihak lawan ciut melihat boneka tiruan singa itu lalu mundur.

Versi kedua, Barongsai adalah perwujudan singa yang menolong penduduk dari ancaman Nian [Monster Jahat]. Setelah peristiwa itu, boneka Barongsai dibuat untuk mengusir roh-roh jahat. Ini alasan Barongsai harus ada ketika Imlek supaya tahun baru dipenuhi kebaikan.

Ada dua jenis kostum Barongsai, yaitu Singa Utara dan Singa Selatan. Singa Utara bersurai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara lebih terlihat alami dan lebih mirip singa. Sementara itu, Singa Selatan memiliki sisik serta jumlah kaki bervariasi, antara dua atau empat kaki. Kepala Singa Selatan juga dilengkapi tanduk.

Gerakan Barongsai menggabungkan antara seni tari dan kung fu. Saat atraksi juga selalu ada grup musik dan elemen petasan. Maklum, Nian juga takut dengan suara yang keras.

Sejauh ini sudah banyak tersebar Perguruan Barongsai dari Padang hingga Surabaya. Beberapa bahkan sudah menyabet gelar di kelas internasional. Melihat prestasi, ini mulai PON ke XIX di Bandung, September 2016 lalu, Barongsai mulai masuk kategori Cabang Olahraga Eksebisi lho. [][teks @haabibonta | foto padekuneng.blogspot.co.id]