Sejarah Kota Bogor
Budaya

Sejarah Kota Bogor

by Intern
Wed, 05-Apr-2017

Kota yang dikenal dengan julukan Kota Hujan ini memiliki luas wilayah 118,50 km persegi dengan jumlah penduduk 984.060 jiwa.

Konon, Kerajaan Hindu Tarumanegara pada abad ke-5 berdiri di Bogor. Dipilih karena daerah ini subur serta memiliki akses yang mudah di sentra perdagangan.

Pada zaman kolonial Belanda, Kota Hujan ini diberi nama Buitenzorg yang artinya “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”.

Hari jadi yang jatuh pada 3 Juni, merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai Raja dari Kerajaan Padjadjaran.

Gustaf Willem Baron van Imhoff membangun Istana Bogor berbarengan dengan dibuatnya Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Bogor dan Batavia.

Kebun Raya Bogor dibangun pada awal abad ke-19 oleh Thomas Raffles, saat ia merenovasi Istana Bogor. Tak cuma itu, Raffles juga meninggalkan rusa tutul yang dibiarkan hidup di sekitar istana dan Monumen Lady Raffles yang berada di Kebun Raya Bogor.  

Balai Kota Bogor dahulunya bernama Sosietiet yang merupakan tempat berkumpulnya para sosialita dan pejabat-pejabat tinggi Belanda. Namun pada masa kependudukan Jepang [1942] pemerintahan kota Bogor menjadi lemah setelah dipusatkan ke tingkat karesidenan. 

Kini pembangunan dan pemerintahan kota Bogor telah berkembang maju serta memiliki banyak wisata rekreasi, alam, maupun kuliner. [][teks @andiskaraf/lovelybogor.com | foto Hello BOGOR, Indonesia Tempo Doloe]