Ondel-Ondel Nggak Lagi Mistis
Budaya

Ondel-Ondel Nggak Lagi Mistis

by Pandu
Wed, 21-Jun-2017

Untuk sebagian orang, ondel-ondel itu menyeramkan. Sosoknya tinggi besar, matanya melotot, bermuka merah, dengan rambut ijuk. Lebih mirip setan ketimbang boneka pajangan. Padahal di dalam ondel-ondel itu ada orang yang menggerakan. Tapi tetap saja kabur kalau ada ondel-ondel datang.

Ondel-ondel versi modern bisa dibilang tidak lagi seram dan mistis. Maklum, penggunannya lebih banyak sebagai alat ngamen atau pajangan saat ada pesta kawinan. Bahkan menyambut tamu-tamu terhormat.

Beda lagi dengan ondel-ondel versi 1920, yang ketika akan diarak harus disertai ritual pembakaran menyan atau rokok plus aneka sejajen. Pun kalau ada yang menaruhnya depan rumah, itu untuk menangkal bala bencana. Dipercaya juga bisa mengusir penyakit atau teluh.

Dulu bentuk ondel-ondel  tidak semenarik sekarang. Cakap dan berwarna-warni. Ondel-ondel jadul betul-betul seram. Bertaring, menyeringai, dan melotot. Mukanya persis seperti topeng barong landung di Bali. Diduga, boneka ondel-ondel punya keterikatan dengan reog dari Ponorogo dan barong landung.

Sejak dinobatkan jadi ikon kota Jakarta, ondel-ondel pria dan wanita, dirombak agar mukanya lebih rupawan, seperti layaknya bapak dan ibu manusia. Pengrajin ondel-ondel pun tidak perlu melakukan ritual khusus sebelum pembuatan serta memberikan sesembahan.

Satu yang tidak berubah adalah musik pengiring pertunjukan, yang masih lestari. Untuk pesta pernikahan, ondel-ondel masih setia diiringi oleh tanjidor, rebana, atau gambang kromong. Sedangkan yang ngamen agar simpel sering cuma tehyan, rebana dan ditambahi speaker biar kencang.

Jadi kalau ketemu ondel-ondel, kamu jangan kabur lagi. Kenapa takut? Nggak akan dikejar kok. Kasih aja recehan untuk pengamennya. [][teks @haabib_onta | foto eyeem.com]