Ngibing Khas Betawi
Budaya

Ngibing Khas Betawi

by Sherra
Thu, 22-Jun-2017

Jakarte punye gaye.. Bukan gaya doang kok. Jakarta juga punya tari-tarian. Tarian khas Betawi ini punya ciri khas, yaitu musik pengiring yang riang serta gerakan tari yang dinamis. Ape aje? Nih simak ye..

1. Tari Topeng

Sesuai namanya, narinya pakai topeng. Awalnya, masyarakat Betawi memiliki keyakinan kalau topeng punya kekuatan magis yang dapat menolak bala. Namun kini cuma untuk hiburan untuk memeriahkan acara.

2. Tari Yapong

Pertama kali diperkenalkan di acara ulangtahun Kota Jakarta ke-450 di tahun 1977. Nama Yapong ternyata berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya, ya, ya” dan alunan musik yang berbunyi “pong, pong, pong.”

3. Tari Sirih Kuning

Tarian ini sebetulnya pengembangan dari Tari Cokek. Nama Cokek berasal dari gerakan para penari yang berjajar memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti hentakan musik irama gambang kromong. Tarian ini untuk menyambut tamu dan mengajaknya menari bersama. Namun kini Tari Sirih Kuning juga diterapkan untuk mengiringi pengantin Betawi saat memasuki pelaminan dengan rangkaian penyerahan sirih dare dari mempelai pria.

4. Tari Lenggang Nyai

Sering disebut sebagai Tari Lenggang Betawi. Tarian ini adalah ciptaan Wiwik Widiastuti tahun 1998 tentang kisah Nyai Dasimah yang berhasil lepas dari kekangan perkawinannya dengan seorang Belanda.  Gerakan tarian ini lincah, ceria, dan menggambarkan karakter dan cerita Nyai Dasimah.

5. Tari Japin

Diadaptasi dari Tari Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab dan Melayu. Kenapa jadi Japin? Karena kebiasaan masyarakat Betawi yang menyebut huruf Z dengan J. Keunikan tari Japin Betawi ini terlihat dari kelincahan para penari yang melompat-lompat.

6. Tari Nandak Ganjen

Adalah tari kreasi baru bentuk ungkapan sukacita dan kebebasan kaum muda. Tarian ini dibawakan oleh remaja putri Betawi yang beranjak dewasa. Nandak dalam bahasa Betawi berarti menari, sementara Ganjen berarti centil atau menggoda.

7. Tari Renggong Manis

Merupakan tarian yang menggambarkan kebahagiaan dan rasa kebersamaan para remaja putri. Tari Renggong Manis biasanya ditarikan dalam acara-acara resmi saat penyambutan tamu.

8. Tari Ngarojeng

Diadaptasi dari musik ajeng, yaitu gamelan [tetabuhan]. Biasanya digunakan dalam mengiringi upacara penganten Betawi. Musik ini menjadi sumber inspirasi dari tarian Ngarojeng. Tarian ini pertama kali dipertunjukan pada Festival Tari se-Jawa dan Bali pada tahun 1981/1982 di Semarang.

9. Tari Lambang Sari

Sebuah tari karya Wiwiek Widiyastuti yang diilhami dari cerita "Bapak Jantuk" pada kesenian Topeng Betawi. Ceritanya mengungkapkan perasaan senang dan kegembiraan Bapak Jantuk dalam mengasuh anak. Kegembiraan itu akhirnya diaplikasikan ke dalam gerakan Tari Kembang Lambang Sari.

10. Tari Rancang Pasetih

Menceritakan perjalanan hidup remaja putri Jakarta pada saat ini. Kepolosan, keceriaan dan harapan masa depan mereka bisa berubah menjadi kebimbangan dan kehancuran karena kesenangan sesaat karena dampak globalisasi. [][teks @saesherra/jakarta.go.id, berbagai sumber | foto Komunitas Salihara]