Rapa Nui: Pulau Peradaban yang Hilang
Budaya

Rapa Nui: Pulau Peradaban yang Hilang

by Pandu
Fri, 11-Aug-2017

Bagi orang Eropa, Rapa Nui lebih populer dengan nama Pulau Paskah. Lokasinya berada di tengah laut. Negara terdekatnya, Chile, 3.700 km ke Timur jaraknya. Sedangkan, pulau terdekat, Pitcairn yang berjarak 1.900 km. Rapa Nui adalah lokasi paling terisolasi di muka bumi. Coba bayangkan kamu terdampar di situ?

Tapi sekarang tak perlu takut, sebab segala akomodasi dan fasilitas sudah dibangun di Rapa Nui. Kini populasi pulau ini sekitar 5.000 orang, berikut rumah, hotel, bar, dan penunjang sarana liburan. Berkat patung-patung raksasa Moai, ‘nilai jual’ pulau ini jadi tinggi.

Di pulau seluas 163 km ini ada 600 patung Moai yang berjejer mengelilingi pulau. Tinggi Moai mencapai 4m dengan luas 2m persegi. Berat per patung sampai 14 ton. Semua Moai dipahat cuma dari satu batu karang vulkanik.

Para peneliti percaya, patung-patung ini dibuat sekitar tahun 1250 sampai 1500, demi  ritual pemujaan pada leluhur. Yang menakjubkan, bagaimana Suku Rapa Nui menyusun batu seberat itu? Sementara alat berat saja belum ditemukan.

Para peneliti juga percaya, konstruksi penyusunan Moai belumlah selesai. Pasalnya, tambang batu Rano Raraku mendadak diabaikan. Banyak patung Moai yang belum selesai. Penyebabnya belum diketahui hingga sekarang.

Selain itu, ada juga peninggalan lembaran Rongorongo, yang bertuliskan huruf misterius. Sampai sekarang, tulisan itu belum dapat diartikan meski ada dugaan kuat itu adalah perjanjian damai antara Rapa Nui dan suatu negeri. [][teks @haabib_onta | foto historythings.com]