}
Asal Muasal Phasmina
Budaya

Asal Muasal Phasmina

by Andiska
Mon, 15-Jan-2018

Pashmina kini populer sebagai salah satu model bahan untuk kerudung. CommuteGirl yang berhijab pasti tau gimana bahan dan model kain yang berbentuk persegi panjang ini.

Sejarahnya, pashmina terbuat dari benang wol khas negara Kashmir yang diperkirakan penemuannya pada abad ke-3 hingga ke-11 Masehi. Kemudian negara Kashmir meresmikannya pada abad ke-15 oleh seorang penenun bernama Zaynul Abidin.

Benang wol untuk membuat pashmina berasal dari bulu dan janggut kambing yang berada di dataran tinggi Himalaya di India, Nepal, dan Pakistan. Proses pembuatannya dilakukan dengan memintal atau menenun wol tersebut dengan tangan lalu dirapikan lagi.

Kebanyakan, peminat pashmina dulunya adalah orang-orang yang tinggal di Asia Selatan seperti negara Kashmir dan Nepal. Karena, kain yang bentuknya seperti selendang atau syal ini bisa memberikan kehangatan di cuaca dingin pegunungan Himalaya. Nah, kalau sekarang kepopulerannya sudah meluas dan diminati masyarakat mancanegara.

Di Indonesia, pashmina mulai dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah pada masa kejayaan Majapahit. Pada saat itu, pashmina masih dikenal dengan sebutan kain kashmir. Kini, nama ‘pashmina’ sudah dikenal. Warna dan coraknya juga sudah beragam. Penggunaannya bukan lagi hanya untuk menghangatkan tubuh.

Banyak wanita yang menggunakannya sebagai aksesoris busana dan menjadikan kain ini sebagai tren bahan kerudung di kalangan wanita berhijab. Ternyata pashmina sudah ada sejak dulu sekali ya, Commuters. Kalo CommuteGirl yang berhijab pasti sudah punya bahan kerudung satu ini belum di rumah? [][teks @andiskaraf/wikipedia.org, cashmerezone.com.au | foto merricksart.com, IndiaTV]