}
Budi ‘Euy’, Sedekah Dongeng Keliling Nusantara
Budaya

Budi ‘Euy’, Sedekah Dongeng Keliling Nusantara

by Yogira
Fri, 08-Jun-2018

Sedekah biasanya dengan bentuk uang atau harta berharga. Tapi sedekah bisa saja dengan cara yang unik dan kreatif, malah bisa jadi membuahkan edukasi inspiratif. Salah satunya dengan mendongeng.

Cara sedekah ini kini tengah menjadi pilihan seniman dan penulis, Budi ‘Euy’ Sabarudin. Pengelola Sanggar Kancil di Tangerang ini, tengah menjalani gerakan “Sedekah Dongeng Keliling Nusantara". Bermula dari kampung halamannya,  Budi 'Euy' terus bergerak mendongeng ke berbagai daerah di Nusantara, antara lain, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

"Saya berharap, ‘Sedekah Dongeng’ ini menjadi unggulan ibadah tambahan saya untuk bekal akherat. Saya menjadi pendongeng dalam konteks keilahian. Ini suatu keajaiban. Saya yakin, ini datang dari Allah SWT,” kata Budi 'Euy'.

Budi mengaku, dirinya tak menyangka akhirnya jadi pendongeng, dan sekarang malah jadi melanglang ke mana-mana dengan membawa misi edukatif buat anak-anak dengan menghibur sekaligus melestarikan dongeng sebagai kekayaan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

“Doa saya didengar Allah SWT. Ini karena diawali ketika saya tahajud cukup lama. Eh, tiba-tiba, saya spontan mendongeng di kelurahan dalam acara kampung anak,“ ujar Budi ‘Euy’.


Sejak itulah, Budi ‘Euy’ yakin dengan cara sedekah yang dipilihnya. Dengan bekal kemampuannya di dunia teater dan sastra, Budi ‘Euy’ percaya diri bahwa mondongeng adalah cara efektif untuk menghibur anak-anak. Apalagi sekarang ini, pergaulan mereka seiring dengan perkembangan zaman digital yang kian pesat bisa membuat mereka melupakan pentingnya nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan lingkungan yang sehat. Karena itulah. dalam dongengannya, Budi 'Euy' berupaya menyelipkan pesan-pesan kepada anak-anak tentang bahaya merokok, minuman keras, narkoba, pergaulan bebas, tawuran, dll. Tak hanya itu, dia juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan alam dengan cara yang lucu.


“Program Sedekah Dongeng Nusantara berjalan selama tiga tahun. Ini inisiatif saya sendiri. Pertunjukan dongeng teater yang saya lakoni tak hanya ditonton anak-anak TK dan SD, tapi juga SMP, SMA, mahasiswa, dan guru-gurunya.  Saya senang dan bersyukur, program ini mendapatkan sambutan yang baik,” jelas Budi ‘Euy’ yang dikenal juga sebagai penulis cerpen.

Untuk menyiapkan materi dongengan, Budi ‘Euy’ biasanya membuat karyanya dari bahan bacaan, atau hasil karangannya sendiri. Bisa juga dia mengambil inspirasi dari berita atau artikel yang sedang jadi topik hangat. Karena itulah, meskipun banyak orang menganggap bahwa  dongeng adalah karya seni ketinggalan zaman, toh Budi ‘Euy' mampu mengemasnya dengan cara yang segar, kontemporer, dan up to date sesuai perkembangan zaman sekarang ini.

“Saya memadukan pola-pola teater modern dan tradisi sesuai dengan salah satu karakter manusia sebagai makhluk bermain. Materinya berdasarkan aneka macam story telling, yang biasanya disesuaikan dengan isu penceritaan,” jelas Budi ‘Euy’.


Dalam lawatannya dengan program "Sedekah Dongeng Keliling Nusantara", Budi ‘Euy’ membawakan bahan-bahan dongeng  bervariasi, misalnya dongeng "Raja si Buruk Rupa", "Induk Ayam dan Lima Ekor Anaknya”, “Ular yang Lapar", serta “Petani yang Bijaksana".

Budi ‘Euy' senang, ternyata judul-judul dongeng itu mampu memberdayakan imajinasi anak-anak secara positif. Mereka terhibur, bahagia sekaligus mendapatkan pencerahan tentang kehidupan.  Budi ‘Euy' berharap, sedekah dongengnya ini terus menjadi bagian perjalanan hidupnya hingga akhir hayat. Semoga. [][teks yogirudiat | foto budi sabarudin]