Joko Anwar: Pujian dan Kritikan
Celeb

Joko Anwar: Pujian dan Kritikan

by Pandu
Fri, 27-Mar-2015

“Nggak ada itu yang namanya kritikan membangun. Bullsh*t. Kritik ya kritik aja,” ujar Joko Anwar lugas.

Kami bertemu di Epicentrum, Kuningan, saat premiere film Melancholy is a Movement. Joko Anwar berperan sebagai pemeran utama di film besutan Richard Oh itu. Mengobrol tentang kritikan yang jadi bagian hidupnya.

“Buat gue pribadi kritik bisa dipakai untuk memetakan penonton yang melihat film kita. Kalau datangnya dari golongan teen [remaja], ya berarti demografi film kami nggak cocok buat mereka.”

Lalu ia melanjutkan lagi omongannya, ”Kalau kritik itu datangnya dari yang knowledgeable [terdidik], itu bisa dipakai untuk memperbaiki pekerjaan lo.”

Joko Anwar mengaku sangat terbuka untuk kritikan. Bahkan ia lebih suka me-retweet kritikan atau cacian terhadap filmnya, ketimbang tweet yang berisi pujian.

“Karena kritikan itu lebih berguna ketimbang pujian. Pujian itu bullsh*t,” tegasnya.

Buat Joko Anwar, pujian bisa meninabobokan seseorang. Sementara kritikan membuat orang untuk mau terus belajar dan belajar.

“Makanya aku itu terbuka banget sama yang namanya kritikan,” tutup dia. [][teks @HaabibOnta | foto IG Joko Anwar]