}
Kami Adalah "SHIMA"
Celeb

Kami Adalah "SHIMA"

by Andiska
Thu, 15-Feb-2018

Sudah banyak wanita yang malang melintang di dunia musik Indonesia, mulai dari penyanyi hingga masuk menjadi salah satu personel band yang didominasi laki-laki. Tapi untuk sebuah band yang keseluruhan personelnya wanita, rasanya hal tersebut masih banyak yang belum bertahan lama.

SHIMA, band pendatang baru asal Surabaya, bertekad untuk menyinari blantika musik Indonesia selama-lamanya. Tekad yang kuat ini sangat tergambar dari perjuangan yang sayang untuk tidak mereka pertahankan. Bimby [vocal+gitar], Yunita [gitar], Ayis [bass], dan We [drum] memulai kariernya lewat jalur indie di Surabaya. Berawal dari nge-jam bareng karena memang sering bertemu dan tegur sapa saat menghadiri sebuah festival, akhirnya mereka sepakat membuat bentukan band beraliran pop rock pada tahun 2009. 

Merintis karier dengan personel yang semuanya wanita, menurut mereka bukan hal yang mudah. "Kami ini sering banget di pandang sebelah mata dan dianggap nggak bisa apa-apa kalo udah di atas panggung," ujar We.

Dari tanggapan-tanggapan seperti itulah nama SHIMA dipatenkan untuk menjadi arti yang sesungguhnya dalam kehidupan bermusik band ini.

"Semenjak banyak yang bilang gitu, kami sih mau seperti SHIMA, perempuan kuat dan bercahaya di zaman kerajaan Jawa, arti nama itu kuat banget makanya ya semoga kami sesuai sama namanya, terus kami bisa konsisten berkarya," tambah Bimby.

SHIMA sempat mengeluarkan mini album dan memenangkan ajang Guines Amplify yang diselenggarakan di Surabaya. Kemudian mereka bertemu Musica Studio's dan berharap bisa terus berkarya dengan kekompakan dan musikalitas yang akan terus berkembang. "Nggak ada rencana untuk seperti ini sih, cuma mungkin jalannya dari Tuhan, jadi kami berusaha berjuang untuk ke depannya aja," kata Ayis.

Ada cerita seru dari mereka nih Commuters. Di tengah kekeringan band kaum Hawa di Indonesia, SHIMA punya trik jitu untuk mempertahankan keutuhan dan kekompakan. Mereka selalu blak-blakan untuk menyelesaikan permasalahan, baik itu perseteruan antar-anggota atau masalah apapun.

"Karena udah bertahun-tahun bareng, semua busuk-busuknya kami semua ya udah saling tau. Dan itu yang kami jaga, karena dengan gitu kita bisa utuh dan saling mengisi. Perselisihan kami juga bukan yang kecil-kecil lagi, selalu besar dan selalu marahan. Tapi setelahnya kami jadi makin erat hubungannya," cerita We. 

Perjalanan karier yang sudah dilalui bersama adalah salah satu yang selalu mereka pegang teguh untuk terus berkarya di dunia musik. Keseragaman visi misi untuk menghasilkan karya yang berkualitas juga selalu mereka genggam. Saat ditanya mengenai promosi, mereka mengaku belum bisa membocorkan dari segi label. Tapi, untuk pribadi mereka sangat merasa sudah dipromosikan dengan baik oleh para Teman SHIMA --sebutan fans SHIMA. 

"Tanpa dipromosiin, Teman Shima itu selalu jadi media promosi kami. Mereka memang jumlahnya nggak banyak, tapi kekuatan kekompakannya itu bikin kami salut, selalu mendukung dan ikut kami manggung. Update kegiatan-kegiatan bareng kami. Itu udah sebuah promosi yang berharga banget buat SHIMA," pungkas We.

SHIMA telah meluncurkan singel pertama mereka "Berteman Saja" ciptaan dua pemusik terkenal, Dewiq dan Pay. Untuk pergerakan selanjutnya, akan ada singel-singel yang nantinya digarap lebih fresh dan lebih bercirikhas. Bagi Commuters yang tertarik, sapa mereka di @band_shima ya.. [][teks @andiska | foto LINIKINI]