}
Hijaber Majalah Vogue Tumbuh di Kamp Pengungsi
Celeb

Hijaber Majalah Vogue Tumbuh di Kamp Pengungsi

by Intern
Fri, 29-Jun-2018

Majalah Vogue Inggris telah membuat sejarah dalam 102 tahun. Majalah gaya hidup dan mode asal Amerika Serikat itu menampilkan model wanita berhijab dalam cover majalahnya. Lantas, siapakah sosok wanita berhijab yang mengisi halaman depan majalah Vogue tersebut?

Wanita itu adalah Halima Aden. Halima Aden adalah seorang model busana Amerika yang lahir di Somalia. Ia dikenal lewat sebuah ajang kecantikan Miss Minnesota USA sebagai semi-finalis. Setelah megikuti ajang tersebut, Halima mulai dikenal publik dan dikontrak salah satu agensi model di Amerika, IMG Models.

Namun siapa sangka, model berusia 20 tahun tersebut ternyata berasal dari kamp pengungsian di Kakuma, Kenya. Ketika perang pecah di Somalia pada tahun 1992, rumah keluarga Halima dibakar dan memaksa mereka lari ke Kenya. Ia mengungkapkan, selama tinggal di kamp pengungsian tidak mengetahui apapun tentang hal yang berkaitan dengan mode.

“Kami bercampur dengan orang-orang yang berbeda dari beragam agama dan komunitas. Itu membuat masa kecil kami menyenangkan. Kami tidak tahu apa-apa tentang mode. Yang kami pedulikan hanya bermain tanpa alas kaki,” kenang Halima, dilansir dari CNN.

Pada tahun 2004, Halima dan keluarganya dipindahkan ke St. Louis, Amerika. Saat itu, Halima masih berusia 6 tahun. Halima dan keluarganya kemudian dipindahkan lagi ke “Uganda kecil” di St. Cloud Minnesota. Ia bersosialisasi dengan baik di Amerika.

Di tahun 2016, hidupnya berubah ketika mengikuti ajang Miss Minnesota. Selama mengikuti ajang tersebut, Halima menjadi satu-satunya finalis yang mengenakan hijab. Halima ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa ia bangga dengan budaya dan agamanya.

“Ada begitu banyak wanita Muslim yang merasa tidak cocok dengan standar kecantikan masyarakat. Aku hanya ingin mengatakan pada mereka, tidak apa-apa menjadi berbeda. Menjadi berbeda itu indah,” tuturnya.

Mahasiswi St. Cloud State University itu memiliki impian untuk bekerja di PBB sebagai pengawas kesejahteraan kamp pengungsian. Awal bulan ini, Halima kembali ke Kakuma sejak pertamakali ia meninggalkan kamp. Ia diundang sebagai pembicara disebuah kamp pengungsian. Ia juga berencana menggunakan ketenarannya untuk menggalang dana bersama UNICEF bagi orang-orang yang tinggal di pengungsian. [][teks @amuspitasari | foto @TeenVogue & Listal.com]