Pemerintah Berlakukan Amnesti Pajak Mulai 18 Juli 2016
Ekonomi

Pemerintah Berlakukan Amnesti Pajak Mulai 18 Juli 2016

by Dedi
Fri, 22-Jul-2016

Dari 18 Juli 2016 sampai Maret 2017 mendatang, pemerintah memberlakukan kebijakan amnesti pajak buat para Wajib Pajak [WP].

Dengan amnesti pajak, pajak WP yang terutang akan dihapuskan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan dan peserta amnesti pajak dijamin tidak akan dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan.

Tarif tebusan terdiri dari tiga kategori, yakni bagi wajib pajak pemilik usaha kecil sampai menengah, bagi wajib pajak yang me-repatriasi asetnya di luar negeri [menarik asetnya dari luar negeri ke dalam negeri], dan yang terakhir bagi wajib pajak yang mendeklarasikan asetnya di luar negeri tanpa repatriasi.

Bagi pemilik usaha kecil menengah, harta sampai Rp. 10 milyar dikenai tarif tebusan sebesar 0,5% dan di atas Rp. 10 milyar dikenai 2%.

Bagi wajib pajak yang bersedia merepatriasi aset di luar negeri dikenai tarif tebusan sebesar 2% untuk Juli-September 2016, lalu dikenai tarif tebusan 3% untuk periode Oktober-Desember 2016, dan 5% untuk periode Januari-Maret 2017.

Sementara bagi WP yang mendeklarasikan aset di luar negeri tanpa repatriasi dikenai tarif 4% untuk periode Juli-September 2016, dan dikenai tarif tebusan 6% untuk periode Oktober-Desember 2016, serta 10% untuk periode Januari-Maret 2017.

Dengan kebijaksanaan amnesti pajak ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan pendapatan negara dari sektor perpajakan. [][teks @dd_sarwono, krjogja.com, bbc.com | foto kbr.id, pengampunanpajak.com]