5 Suku Terasing di Nusantara
Fakta & Trivia

5 Suku Terasing di Nusantara

by Intern 2
Tue, 24-Oct-2017

Indonesia termasuk negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia. Tercatat ada 1.300 lebih suku bangsa yang ada di Nusantara. Beberapa di antaranya sudah hidup modern seperti sekarang ini.

Meski begitu, ternyata masih ada juga yang hidup terasing sampai saat ini. Bukan karena hanya mereka tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, melainkan mereka  ingin mempertahankan kelestarian budayanya. Selain itu faktor geografis Indonesia yang berupa kepulauan dan kesenjangan juga menjadi penyebab masih ada suku bangsa di negeri ini yang hidup terasing sampai sekarang. Nah, kita akan ulas sekilas 5 suku bangsa Indonesia yang masih hidup terasing sampai saat ini.

1. Suku Anak Dalam [Kubu], Jambi

yellowdoor.com

Suku Anak Dalam terbilang suku yang masih terasing sampai saat ini. Meskipun wilayah mereka sudah dekat dengan modernisasi, toh masih banyak yang masih hidup sesuai tradisi setempat. Saat ini hidup mereka terancam lantaran proses marjinalisasi pemerintah, sehingga untuk “mengisi perut”, mereka harus hidup “melangun” atau berpindah-pindah. Prinsip dari suku yang berada di Jambi ini, “apa yang tumbuh di alam adalah milik bersama”.

2. Suku Polahi, Gorontalo


bensradio.com

Suku Polahi [pelarian dalam bahasa Gorontalo] terbentuk dari orang-orang yang ingin kabur dan tak ingin dijajah Belanda. Akibatnya, mereka sampai saat ini masih terasing. Berbicara dengan dialek Gorontalo, penduduk Suku Polahi mengenal keyakinan tradisional saja. Untuk bertahan hidup, mereka mengandalkan bercocok tanam biasa dan berburu hewan liar. Selain itu, untuk memperoleh keturunan, mereka sudah biasa menikah dengan saudara kandung.

3. Suku Togutil, Halmahera

konfronstasi.com

Suku yang masih terasing di Halmahera adalah Suku Togutil. Untuk bertahan hidup, mereka mengandalkan perburuan, hingga bercocok tanam biasa. Kebiasaan Mereka biasa  hidup berpindah-pindah atau nomaden. Tak heran, jejak tempat tinggalnya  akan kelihatan dari bekas lahan tanam mereka. Walaupun kerap membuka lahan baru untuk bercocok tanam di setiap tempat tinggalnya, tidak ada kerusakan hutan yang berarti. Saat ini kehidupan mereka terancam lantaran adanya penambangan feronikel di Halmahera Timur.

4. Suku Bauzi, Papua

indonesiatravelmagazine.com

Suku Bauzi atau Baudi, berada di kawasan Mamberamo. Keunikan mereka adalah cara memasak hasil buruan dengan menggunakan batu, yang biasa disebut “bakar batu”. Caranya, batu dibakar dulu hingga panas, lalu hasil buruan yang siap dimasak, diletakkan di antara dua batu yang panas tadi. Karena mereka jarang  memakan sayur-sayuran, balita dan ibu hamil di suku ini pun jadi kekurangan gizi. Selain itu, orang suku Bauzi mahir meramu obat-obatan dari alam, dan mampu membangun rumah dari kayu dan atap dari daun rumbia.

5. Suku Sakai, Riau

far-horizon.com

Suku ini mendiami pedalaman hutan di Provinsi Riau. Mereka  hidup berpindah-pindah juga. Orang Suku Sakai yang juga termasuk ke dalam keturunan orang Minangkabau bertahan hidup dengan bertani dan berladang. Karena cara hidup mereka berpindah-pindah, dan ditambah perambahan kawasan hutan menjadi perkebunan sawit, otomatis kehidupan mereka juga terancam saat ini. Ya memang, kawasan hutan di beberapa provinsi di Sumatera banyak yang beralih menjadi kawasan perkebunan. [][teks @apra_manuela l foto yukepo.com, konfrontasi.com, tanahnusantara.com, berbagai sumber]