}
Bau dan Suara Pengaruhi Gairah Belanja
Fakta

Bau dan Suara Pengaruhi Gairah Belanja

by Pohan
Fri, 02-Oct-2015

Mungkin Anda pernah mencium bau wewangian bunga atau mendengar musik yang nyaman di telinga saat masuk ke sebuah toko. Ternyata bau dan suara tersebut bisa mempengaruhi Anda dalam membuat keputusan berbelanja.

Bau

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa indra penciuman kita memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mendapatkan respons emosional dan memicu kenangan masa lalu. Tahun lalu ada studi menyebutkan, bau aroma lavender di dalam toko bisa meningkatkan jumlah pelanggan. Studi lainnya, konsumen sepatu Nike asyik membeli barang-barang yang dijual ketika ia mencium bau campuran aroma bunga di ruangan.

Aroma pinus atau kayu manis membawa Anda ke dalam suasana liburan. Sebuah perusahaan bernama ScentAir mengkustomisasi aroma untuk kliennya termasuk Hugo Boss [menggunakan aroma yang berhubungan dengan hutan] dan merek Bloomingdale's [menggunakan aroma lilac]. Namun, toko lainnya adapula yang sengaja menghindari bau sintetis agar tetap fokus pada produk mereka.

Suara

Pernahkah Anda memasuki toko yang menyetel musik keras atau musik yang membuat pikiran lebih tenang? Tempo, volume dan genre musik ternyata berdampak besar pada suasana hati pelanggan. Sebuah studi menemukan bahwa ketika mendengar musik keras, pelanggan akan menghabiskan waktu lebih sedikit di toko. Tapi yang menarik, para peneliti tidak menemukan perbedaan soal penjualan atau kepuasan pelanggan.

Penelitian terbaru yang menarik lainnya, pelanggan benar-benar fokus berbelanja bila mendengarkan musik yang asing. Tiap department store menggunakan aroma ruangan dan musik yang berbeda untuk menarik berbagai tingkat usia orang. [][teks @pohanpow/ehow.com | foto iperfumer.com, browzin.net]