}
Cara Bikin Hujan
Fakta

Cara Bikin Hujan

by Yogira
Fri, 02-Oct-2015

Ketika musim kering tiba dan hujan alamiah belum juga turun, biasanya orang bikin hujan buatan. Caranya dengan metode yang disebut Teknologi Modifikasi Cuaca [TMC].

TMC berawal pada tahun 1946 saat Vincent Schaefer dan Irving Langmuir melihat pembentukan Kristal es dalam lemari pendingin. Lalu, tahun 1947, Bernard Vonnegout menyempurnakan teori dan analisis Schaefer dan Langmuir dengan menciptakan deposit es pada kristal perak iodida [Agl] yang diproses melalui awan agar tercipta hujan.

Cara itu terus diperbaharui hingga akhirnya para ilmuwan menetapkan bahwa manusia bisa menciptakan peluang dan mempercepat turunnya hujan dengan metode TMC.

TMC dipakai banyak negara, termasuk Indonesia, yang mulai memakainya pada 26 Januari-25 Maret 2013. Padahal TMC di Indonesia sudah diuji coba pada tahun 1977.

Bahan utama hujan adalah kristal perak iodide [Agl] dan bahan gabungan untuk pembentukan butir-butir air di awan, yakni garam dapur/natrium klorida [NaCl] atau CaCl2 dan urea. 

Perpaduan bahan tersebut disebarkan ke awan dengan bantuan pesawat terbang agar terjadi kondensasi [proses pengubahan zat gas menjadi bentuk cair]. Syarat utama kondensasi harus diperhitungkan dulu akurasi arah angin, kelembapan, dan tekanan udara karena bisa saja kondensasi gagal alias tak menghasilkan hujan.

Jadi, menciptakan hujan buatan dengan cara TMC harus melibatkan para ahli cuaca agar peluang turun hujan akan lebih besar. [][teks @firza/berbagai sumber |foto dailymotion.com, antaranews]