}
Sejarah Tentara Nasional Indonesia [TNI]
Fakta

Sejarah Tentara Nasional Indonesia [TNI]

by Dedi
Mon, 05-Oct-2015

TNI dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari agresi Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia.

TNI awalnya bernama Badan Keamanan Rakyat [BKR] dan diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat [TKR] pada 5 Oktober 1945. Selanjutnya pada 7 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat [TKR] diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia [TRI] berdasarkan Penetapan Pemerintah No.2/SD 1946.

Pada masa mempertahankan kemerdekaan, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat di luar TRI. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata, yaitu TRI dan badan-badan perjuangan rakyat tersebut, pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia [TNI] secara resmi.

Lalu pada Desember 1949, Indonesia berubah menjadi Republik Indonesia Serikat [RIS]. Maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS [APRIS] yang merupakan gabungan TNI dan KNIL. Namun pada 17 Agustus1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia [APRI].

Tahun 1962 dilakukan penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia [ABRI] tetapi pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia yang berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI dan pada 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. ABRI sebagai tentara dikembalikan namanya menjadi TNI. [][teks @dd_sarwono/wikipedia.org | foto wellywall.wordpress.com]