}
Hutan Mangrove Indonesia Tinggal 24%
Fakta

Hutan Mangrove Indonesia Tinggal 24%

by Pandu
Thu, 22-Oct-2015

Salah satu alasan tanah pesisir tidak terabrasi adalah akibat kehadiran pohon bakau di sekitarnya. Di Indonesia, ada 9.36 juta hektar hutan mangrove yang tersebar. Beberapa area mangrove yang luas berada di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Namun, menurut laporan The Jakarta Post tahun 2012, kabar buruknya, 48% hutan mangrove masuk kategori “rusak” dan 28% “rusak parah”. Berarti yang masuk kategori baik, cuma  24%. Itu pun termasuk terancam dirusak jika kesadaran pentingnya hutan mangrove tidak meningkat.

Misalnya, saja dengan proyek reklamasi Teluk Benoa yang akan menguruk hutan mangrove jadi pulau baru. Padahal wilayah ini termasuk kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang.

Di seluruh dunia, 35% hutan mangrove telah hilang diganti kebutuhan manusia. Tanaman ini dibantai supaya ada lahan untuk pelabuhan dan wilayah industri. Sektor pariwisata yang tidak bertanggungjawab juga ikut andil dalam penghilang hutan mangrove.

Bila tidak ada hutan mangrove di pinggir pantai, beberapa jenis ikan dan udang akan kehilangan tempat untuk berkembang biak. Satwa darat seperti biawak, ular dan burung juga akan kehilangan tempat tinggal. Bahkan manusia juga menghadapi ancaman yang sama dengan satwa-satwa tersebut.

Hutan mangrove merupakan benteng alami yang mencegah abrasi. Tumbuhan ini bahkan mampu membentuk daratan dari endapan tanah yang ditahannya. Dari waktu ke waktu garis pantai jadi lebih luas seiring perkembangan wilayah hutan mangrove.

Ini berarti proses intrusi [perembesan air laut ke tanah daratan] juga tidak akan terjadi. Mencegah air tanah menjadi payau dan tidak bisa dikonsumsi.

Ketahuan 'kan sekarang kenapa air tanah di Jakarta Utara terasa payau? Karena nggak ada hutan mangrove! [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto Wikipedia]