}
Hati-hati dengan Kebiasaan Buruk
Fakta

Hati-hati dengan Kebiasaan Buruk

by Pohan
Mon, 30-Mar-2015

Kebiasaan buruk dapat mempengaruhi kesehatan mental. Tanpa kita sadari, cara berjalan menjadi salah satu faktor seseorang mengalami depresi. Apa saja kebiasaan buruk yang biasa orang lakukan dan bagaimana cara mengatasinya supaya mental kita tidak terganggu?

1. Bungkuk saat berjalan
Peneliti di Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry menemukan bahwa ketika subyek penelitian mereka diminta berjalan dengan pundak membungkuk, agak ke dalam, dan dengan minim gerakan tangan, mereka merasakan mood yang lebih buruk dibanding mereka yang punya lebih semangat pada cara berjalannya.

Subyek yang berjalan dengan gaya membungkuk itu lebih mungkin banyak mengingat hal negatif dibanding hal positif. Termasuk depresi. Angkat dagu, tegakkan bahu, lihat sekeliling, raup aura-aura positifnya.

2. Memotret semua hal
Sembarangan mengambil gambar bisa jadi menghalangi bagaimana kita mengingat momen-momen itu, menurut penelitian yang dipublikasikan di Ilmu Psikologi. Di penelitian ini, subyek berjalan dalam tur museum, mengamati obyek dan mengambil gambar sembarangan, sesukanya, semuanya. Setelah itu, mereka kesusahan mengingat benda yang mereka foto dibandingkan dengan benda yang mereka lihat.

Jadi, mulai sekarang, fokuslah pada subyek ketika mengambil gambar, atau, lebih baik lagi, tenanglah dan nikmati suasana dan arahkan diri untuk berpartisipasi/beraksi. Ini justru hal yang bisa membuat mental lebih kuat. Hanya memotret tanpa mengerti apa yang dipotret termasuk kebiasan buruk untuk kesehatan mental, lho.
 
3. Membiarkan diri di-bully
Bullying tak akan berakhir ketika meninggalkan sekolah. Kira-kira ada 54 juta pekerja, atau 35 persen dari pegawai di Amerika yang menjadi target bully, menurut Workplace Bullying Institute. Lebih dari 70 persen orang menyaksikan bullying di tempat kerja, kata Erin K. Leonard, PhD, psikoterapis dan penulis buku Emotional Terrorism: Breaking the Chains of a Toxic Relationship.

"Diserang harga diri dan kepercayaan dirinya secara berulang kali dengan begitu jahat bisa sangat menghancurkan. Itu membuat Anda secara emosional tak berpendirian jadi sangat susah untuk bekerja,” katanya.

Workplace Bullying Institute merekomendasikan seseorang yang di-bully berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan kesehatan fisik dan mental. Lalu, setelah itu tetap berhati-hati dengan interaksi bullying yang terjadi. Mintalah bantuan manajemen perusahaan untuk mencari solusi.

4. Tidak olahraga
Kebiasan buruk untuk kesehatan mental berikutnya adalah kurang olahraga. Jika berolahraga secara aktif tiga kali seminggu akan menurunkan tingkat depresi sebanyak 19 persen, sesuai penelitian di JAMA Psychiatry. [][teks @pohanpow | foto freeimages.com]