}
11 Fakta Gempa Bumi di Seluruh Dunia
Fakta

11 Fakta Gempa Bumi di Seluruh Dunia

by Pandu
Tue, 03-Nov-2015

Salah satu bencana alam paling menghancurkan di muka bumi ialah gempa. Tidak mungkin ada satu tempat di muka bumi yang bisa luput dari bencana ini. Gempa juga jadi menyeramkan karena sampai saat ini belum ada alat yang bisa memprediksinya.

Inilah 11 fakta tentang gempa bumi di seluruh dunia.

1. Gempa Bumi lebih sering terjadi selama 15 tahun terakhir menurut penelitian seorang geologis, Stephen S. Gao. Tapi tak semua ahli geologi mengamini hasil riset ini.

2. Tiap tahun San Fransisco mendekat 2 inci ke Los Angeles. Dalam beberapa juta tahun ke depan, dua kota ini akan menyatu. Ini sudah digambarkan dalam beberapa film, misalnya pada fillm San Andreas dan 10.5.

3. Beberapa masyarakat Alaska percaya bahwa Maret adalah bulan gempa bumi. Karena gempa besar selalu terjadi di bulan itu seperti tahun 1964 dan 1957 yang mencapa 9,1 temblor.

4. Ada lebih dari 500.000 gempa bumi terjadi di seluruh dunia. 100.000 di antaranya bisa terasa. Sementara 1.000 gempa bumi pasti bersifat merusak instruktur.

5. Tidak ada yang namanya 'musim gempa bumi'. Ilmuwan percaya bahwa perubahan iklim pada atmosfer tidak bisa mempengaruhi tekanan pada lempeng tanah.

6. Bumi jadi semakin bulat akibat gempa Aceh tahun 2004. Gempa sekuat 9.0 Skala Richter itu bisa memangkas bagian bumi yang lebih menonjol di dalam laut.

7. Garis Cincin Api di Samudra Pasifik adalah yang paling sering terjadi gempa bumi. Wilayah ini meliputi benua Amerika, negara Jepang, China, Rusia, dan Indonesia.

8. Aktivitas pengeboran minyak bisa menyebabkan gempa bumi kecil. Pasalnya, ada kekosongan di dalam tanah akibat penyodotan tanah. Level tanah yang merosot bisa menciptakan gempa kecil.

9. Gempa bumi terbesar terjadi di Chili pada 22 Mei 1960 yang mencapai skala 9.5 Skala Richter.

10. Satu gempa bumi besar bisa membuat efek domino ke seantero bumi. Bahkan memicu gempa-gempa di belahan bumi lainnya.

11. Gempa bumi paling mematikan tercatat pada tahun 1556 di China yang merenggut 830.000 nyawa penduduk setempat. [][teks @HaabibOnta/ berbagai sumber | foto San Andreas]