}
Triage di Rumah Sakit
Fakta

Triage di Rumah Sakit

by Yogira
Mon, 23-Nov-2015

Keluarga yang panik dan marah-marah kepada tim medis di rumahsakit biasanya terjadi di Unit Gawat Darurat [UGD]. Mereka merasa pasien yang dibawanya tidak langsung dirawat. Atas kondisi itu, rumahsakit belum tentu mengabaikan pasien. Pasalnya, setiap rumah sakit harus menerapkan suatu prinsip kerja yang disebut Triage.

Triage [baca: triase] adalah prinsip kerja untuk menentukan prioritas perawatan pasien berdasarkan berat/ringan kondisi sang pasien. Tentu saja, penentuan triage berdasarkan pengkajian terlebih dahulu oleh petugas kesehatan terhadap pasien bersangkutan. Kalau pasien itu dalam kondisi terancam jiwanya, itulah yang harus disegerakan.    

Penerapan triage biasanya terjadi ketika pasien masuk UGD. Sistem kerja di UGD bukanlah “First In, First Out”, bukan pula sistem antrean--yang pertama datang, itu yang mendapat pelayanan pertama.

Sistem kerja UGD harus mengacu pada pertimbangan triage. Ini berlaku, baik ketika UGD banyak kedatangan pasien, maupun sedang sepi pasien.

Penentuan penanganan pasien sesuai dengan triage menggunakan pelabelan warna yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

1. Triage dengan label warna MERAH, berarti pasien gawat darurat/pertolongan segera dan tidak boleh ditunda

2. Triage dengan label warna KUNING, artinya pasien darurat dan membutuhkan pertolongan, namun boleh ditunda.

3. Triage dengan label warna HIJAU, artinya pasien gawat, membutuhkan pertolongan minimal, dan dapat ditunda penanganannya.

4. Triage dengan label warna HITAM, artinya pasien sudah meninggal dan tidak ada yang dapat dilakukan lagi untuk menolongnya.

Jadi, Anda yang membawa pasien ke rumah sakit setidaknya bisa memahami proses penanganan pasien oleh tim medis bahwa mereka selalu menerapkan prinsip triage. Semoga bermanfaat ya. [][teks @firza/ardianadw.wordpress.com | foto courtesy of huffingtonpost.com, saione.com]