}
Mengapa Bandung & Yogya Layak Disebut Kota Kreatif?
Fakta

Mengapa Bandung & Yogya Layak Disebut Kota Kreatif?

by Yogira
Fri, 04-Dec-2015

Baru-baru ini, Badan Ekonomi Kreatif melahirkan konsep “creative city” [kota kreatif. Kabarnya, konsep ini segera diterapkan pada kota Bandung dan Yogyakarta.

Mengapa Kota Kembang dan Kota Gudeg itu yang terpilih? Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya, khususnya dari sisi sosial budaya, dan demografi.

Mengapa Bandung?

1. Meski tak sesejuk dulu, Bandung masih dianggap tempat yang cocok untuk berkarya. Di beberapa tempat terdapat ruang terbuka yang sejuk dan nyaman, bagus jadi sarana berekspresi.

2. Menurut sosiolog Budi Rajab, kreativitas anak muda Bandung muncul sejak tahun 1970-an sebagai wujud aktualisasi diri. Tapi lama kelamaan akhirnya kreativitasnya jadi peluang bisnis.

3. Bandung tidak memiliki akar budaya tradisional sekuat kota lain. Karenanya, orang Bandung lebih terbuka dalam menerima gagasan dari luar.

4. Zaman dulu orang Belanda membangun Bandung sebagai kota pendidikan sehingga banyak anak muda dari berbagai daerah berbaur dan berbagi ide.

5. Menurut Walikota Ridwan Kamil, Bandung sejak zaman Belanda dikenal sebagai kota pelesir dan  gaya hidup dengan membuka diri pada budaya pihak luar.

6. Masih kata Ridwan Kamil, Bandung tergolong kota menengah [secondary city]. Ukuran dan populasinya lebih mudah dikelola, dan juga lebih gampang menonjolkan berbagai keunggulannya.


Mengapa Yogyakarta?

1. Sama seperti Bandung, sejak dulu Yogyakarta dikenal sebagai pusat pendidikan. Banyaknya perguruan tinggi di sana dengan mahasiswa dari berbagai daerah, membuat kota ini jadi tempat pertukaran ide dan pemikiran.

2. Yogyakarta kaya akan objek wisata. Tidak hanya didatangi wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Hal inilah yang mendorong warga Yogyakarta membuat karya-karya seni yang bisa dijual sebagai cenderamata.

3. Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, juga memiliki nuansa mistis. Pengaruh inilah yang menggugah para seniman mengekplorasinya jadi karya menarik, terutama pada seni sastra, kriya, dan pertunjukan.

4. Di Kota Gudeg ini, banyak perguruan tinggi yang memiliki komunitas. Mereka  terbiasa berkreasi secara berkelompok dalam membuat suatu karya, misalnya, film, teater, dan musik. [][teks @firza/berbagai sumber | foto bandungvariety.wordpress.com, yogyakarta.panduanwisata.id]