}
Sejarah Singkat "Kota Belimbing"
Fakta

Sejarah Singkat "Kota Belimbing"

by Sherra
Mon, 07-Dec-2015

Pernah main ke Depok? Kota di pinggiran Jakarta Selatan yang kini telah ramai dengan pemukiman, tempat nongkrong, dan pusat perbelanjaan.

Dulu sih Depok dikenal sebagai tempat jin buang anak! Selain itu, Depok dulu juga cuma berupa dusun terpencil di tengah hutan belantara. Sampai pada 18 Mei 1696, Cornelis Chastelein, mantan perwira VOC membeli tanah seluas 12,44 km2 atau 6.2% daerah Depok saat ini. Ia membuka usaha pertanian, peternakan, persawahan, dan perkebunan.

Cornelis juga menyebarluaskan agama Kristen kepada para pekerjanya dengan mendirikan sebuah padepokan kristiani yang bernama De Eerste Protestante Organisatie van Christenen [DEPOC]. Itulah asal nama Depok.

Namun ternyata ada juga yang menyebutkan Depok berasal dari nama Sunda yang artinya "pertapaan" atau tempat tinggal dan hidup dalam pengasingan. Nama tersebut dikatakan sudah ada sebelum pembentukan nama padepokan yang dibuat oleh Cornelis.

Pada tahun 1981, Depok menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 yang diresmikan pada  18 Maret 1982 oleh Menteri dalam Negeri [H. Amir Machmud]. Pada waktu itu Depok terdiri dari 3 kecamatan dan 17 [tujuh belas] desa.

Selama 17 tahun, Kota Administratif Depok berkembang pesat, baik di bidang pemerintahan, pembangunan, maupun kemasyarakatan. Semua desa akhirnya berganti menjadi kelurahan dan bermekar sehingga Depok memiliki 3 kecamatan dan 23 kelurahan.

Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya [kini Kota] dan terpisah dari Kabupaten Bogor. Tanggal tersebut diperingati sebagai tanggal berdirinya Kota Depok. Sekarang Kota Depok terdiri atas 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Karena dianggap sebagai salah satu penghasil belimbing, Depok pun dijuluki "Kota Belimbing"


Asal Usul Nama Margonda

Sebelum memasuki Depok, ada jalan utama yang kini terkenal kemacetannya. Ya, Jalan Margonda. Sama seperti nama lain di sekitar Kota Depok, Margonda berasal dari pejuang kemerdekaan yang tewas ketika pasukannya menyerang tentara Inggris saat peristiwa Gedoran Depok di Kali Bata. Ia merupakan salah satu pasukan Batalion I di Depok. 

Asal Usul Pondok Cina

Yup, Pondok Cina adalah salah satu nama stasiun KRL Commuter Line. Dulu, Pondok Cina cuma hamparan perkebunan dan semak belantara yang bernama Kampung Bojong. Kok bisa jadi Pondok Cina? Iya, jadi awalnya Pocin [biasa disingkat] adalah tempat transit pedagang-pedagang Tionghoa yang hendak berjualan di Depok. Para pedagang itu datang menjelang matahari terbenam atau malam, lalu mereka istirahat di sana dengan membuat pondok-pondok sederhana. Menjelang subuh, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke pasar Depok. Akhirnya masyarakat di sana selalu menyebut Kampung Bojong menjadi Pondok Cina sampai sekarang.. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto depok.go.id]