}
Sejarah Kalijodo
Fakta

Sejarah Kalijodo

by Dedi
Mon, 15-Feb-2016

Kalijodo [Kali Jodo] berada di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dan berada di sepanjang sungai Ciliwung.  Kali Jodo sudah ramai sekitar tahun 1950-an walau saat itu namanya masih dikenal sebagai Kali Angke.

Asal muasal berubahnya nama Kali Angke menjadi Kalijodo tidak lepas dari adanya tradisi peh cun dan pesta air yang sering diselenggarakan di kawasan tersebut.

 Dalam tradisi China, Peh Cun adalah tradisi yang diselenggarakan setiap hari ke-100 penanggalan imlek. Pada perayaan tersebut diadakan pesta air yang diikuti oleh muda-mudi lajang yang sama-sama menaiki perahu melintasi Kali Angke.

 Setiap perahu berisi tiga sampai empat orang laki-laki atau perempuan. Di perahu tersebut, si laki-laki akan melihat ke perahu yang berisi perempuan.

Jika seorang laki-laki senang dengan seorang perempuan yang ada di perahu lainnya, ia akan melempar kue yang bernama tiong cu pia yang terbuat dari terigu yang berisi kacang hijau. Dan jika si perempuan juga senang, ia akan membalasnya dengan melemar kue yang sama.

Dari tradisi mencari jodoh inilah kemudian kawasan ini berubah nama menjadi Kalijodo. Tradisi Peh Cun tidak lagi dirayakan setelah tahun 1958 dengan adanya larangan yang dikeluarkan Walikota Jakarta Sudiro yang menjabat pada 1953-1960. [][teks  @dd_sarwono/aktualita.co | foto jakartapedia.com, harianindo.com, tempo.co.id]