}
Kampung Pulo, Kampung Peninggalan Belanda
Fakta

Kampung Pulo, Kampung Peninggalan Belanda

by Pandu
Thu, 18-Feb-2016

Selama musim penghujan, Kampung Pulo selalu tersorot akibat langganan banjir. Wilayahnya yang dekat sekali dengan Kali Ciliwung, membuat warganya bisa terjebak di rumah bila air meluap. Ketika banjir bandang tahun 2007 melanda ibukota, Kampung Pulo salah satu daerah yang terparah.

Melihat polemik ini, Pemda DKI Jakarta mengeluarkan keputusan untuk merelokasi Kampung Pulo supaya tidak terus-menerus jadi lokasi banjir tahunan. Sayangnya, keputusan ini tidak lantas mendapat tanggapan positif, terlihat dari bentrokan yang terjadi pada 20 Agustus 2015. Setelah adanya kesepakatan win-win solution, warga bersedia dipindah ke Rusun yang disediakan Pemda.

Kampung Pulo sama tuanya dengan Kalijodo, telah ada bahkan sebelum negara ini merdeka. Pada masa penjajahan, Kampung Pulo masuk dalam wilayah Meester Cornelis yang menjadi pusat pertumbuhan selama 4 abad. Di kampung seluas 8,5 hektar ini telah jadi pusat pendidikan, dagang, juga pemerintahan.

Ini terbukti dengan banyaknya makam leluhur yang bergelar Al-Habib, orang yang dijadikan guru oleh para santri. Semisal, Al-Habib Ali Al-Habsyu Kwitang atau Al-Imam Al-Ariefbillah Al-Habib Husein bin Muchsin Al-Aidrus. di kawasan ini pernah ada pula sekolah militer punya Belanda, namanya Meester Cornelis Military School. Siswanya dari kalangan menengah atas yang berasal dari Belanda atau Jerman. Sekolah Militer ini memang bukan yang pertama, tapi salah satu yang tersukses sepanjang sejarah kolonial Belanda di Nusantara.

Di Kampung Pulo, beragam etnis bercampur aduk jadi satu. Bisa dibilang, di kampung ini terjadi proses akulturasi dari beragam budaya. Suku Betawi, Sunda, Batak, Arab, China, Jawa, dan lainnya berbagi ruang di kampung ini. Semula, Kampung Pulo cuma  hutan yang tak produktif. Kemudian 5 bersaudara: Aril, Rihen, Banda, dan dua saudaranya yang lain yang namanya masih anonIm mendapatkan mandat dari pemerintah kolonial Belanda untuk membabat habis hutan. Ini juga lantas menjadikan bersaudara tadi sebagai tuan tanah bawahan Meneer Belanda. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto wikipedia]