}
Rubik: Mainan Pereda Perang Dingin
Fakta

Rubik: Mainan Pereda Perang Dingin

by Pandu
Tue, 14-Apr-2015

Rubik, sejenis game dengan aturan main paling simpel. Cukup membuat empat sisinya berwarna seragam. Tapi cara memecahkan teka-tekinya itu yang sulit. 

Sejak ditemukan akhir 1970, Rubik berhasil memesona 1/8 populasi dunia. Ada algoritma supaya teka-tekinya terpecahkan. Tapi bukan berarti Rubik jadi mudah dimainkan. Tetap saja bikin mikir!

Kalau kamu merasa senang bermain Rubik atau malah frustasi, kamu boleh berterimakasih atau mencela Erno Rubik. Dia sang penemu mainan ini. Tadinya, Rubik didesain oleh Erno cuma untuk mahasiswa didik di fakultas seni tempat ia mengajar agar mereka bisa melihat perspektif geometri yang berbeda.

“Hidup itu sebuah puzzle yang mirip Rubik. Problem pada Rubik sama dengan problem yang ada pada kehidupan,” terang Erno.

Erno butuh waktu sebulan untuk menyeragamkan kembali warna Rubik. Selama itu ia menjadi adiktif dan fokus pada Rubik. Sejak itulah  dia yakin bahwa mainan buatannya itu akan laku terjual karena bikin orang kecanduan memainkannya.

Berkat penjualan Rubrik yang laris manis, pada dekade '80-an, Erno menjadi miliuner pertama dalam sejarah Uni Soviet.

Dalam waktu lima tahun, Rubik menyebar ke seluruh dunia. Mulai dari anak hingga orang tua tertarik untuk memecahkannya. Bahkan, permainan Rubik mampu meredakan "Perang Dingin" antara Blok Barat dan Blok Timur. Pasalnya, mereka harus mengimpornya dari Hungaria [Blok Timur] dan mengadakan perlombaan Rubik di Amerika [Blok Barat].

“Saya berterimakasih pada permainan ini dan teman pengusaha saya. Berkat itu, saya bisa membuat pemerintahan melunak,” tutup Erno. [][teks @HaabibOnta | foto biografionline]