}
Kutukan 13 Sungai Jakarta
Fakta

Kutukan 13 Sungai Jakarta

by Pandu
Fri, 26-Feb-2016

Tigabelas seringkali disebut sebagai angka sial. Tahukah kalian, Jakarta juga dilewati oleh 13 sungai? Oleh sebab itu, sebelum tahun 2016 Jakarta selalu bernasib sama kala musim hujan. Kebanjiran. Yap, itulah 'kutukan' bagi ibukota, ditambah Jakarta juga berada di dataran rendah.

Setiap kali hujan besar datang, 13 sungai itu meluapi 78 wilayah di Jakarta. Dari Barat ke Timur, sampai Utara menuju Selatan. Nah, tahun 2016, Jakarta belum kena banjir parah. Ini berkat proyek Pemda dengan merealisasikan  Kanal Banjir Barat [KBB] dan Kanal Banjir Timur [KBT], serta normalisasi bantaran kali dari hunian.

Mari kita berjalan-jalan ke 13 kali yang dulu diabaikan Pemda, sampai ada rumor pemindahan ibukota ke Kalimantan karena banjir melulu. 

1. Kali Angke

Angke berasal dari dialek Hokkian, yang berarti Kali Merah. Kali ini saksi peristiwa pembantaian etnis Tionghoa oleh VOC, 9 Oktober 1740.

2. Kali Pesanggrahan

Sungai ini mengalir dari Bogor ke Depok dan berakhir di Banten. Data tahun 2005, 55% Sub-Daerah Aliran Sungai ini telah ditempati oleh perumahan.

3. Kali Krukut

Mengalir dari Citayam sampai Glodok sejauh 40km. Dulu Kali Krukut sungai yang bersih dan menjadi tujuan wisata di bawah pemerintahan Belanda.

4. Kali Grogol

Sungai ini pecahan dari Krukut yang lebih kecil. Tahun 2014, 58 kepala keluarga direlokasi dari bantaran kali supaya mengurangi risiko banjir.

5. Kali Baru Barat

Sekarang tiap hari, kali dari wilayah Jagakarsa ini selalu dibersihkan Dinas Kebersihan, mulai dari jam 07.00 hingga 15.00.

6. Kali Ciliwung

Sejak abad ke-17, Kali Ciliwung memegang peranan penting di segala aspek kehidupan warga Jakarta. Meski sekarang dikambinghitamkan ketika banjir.

7. Kali Baru Timur

Kali ini bermuara langsung ke ke-perairan Tanjung Priok. Bau sungai ini jelas tidak enak karena tercampur oleh sampah rumah tangga, limbah, dan air laut.

8. Kali Cipinang

Tahun 2015, ada gundukan sampah berumur 30 tahun yang telah diangkat. Sampah itu setinggi 6m dan menyempitkan aliran sungai.

9. Kali Sunter

Dibandingkan kali lainnya, Kali Sunter sangat padat oleh pemukiman. Ini yang jadi penyebab utama banjir di wilayah Timur. Sebab itu Kali Sunter dinormalisasi.

10. Kali Buaran

Warga sempat meminta Pemda untuk mengeruk lumpur yang mengendap di dasar sungai. Sebab kedalaman sungai jadi berkurang dan mudah meluap.

11. Kali Jati Kramat

Seperti kali lainnya, Kali Jati Kramat sedang dalam tahap normalisasi. Lalu menyambung sampai ke Kanal Banjir Timur [KBT] agar mengurangi banjir.

12. Kali Cakung

Pada 7 Februari 2016, seorang warga tewas karena Kali Cakung meluap dan menjebol tembok rumahnya. Korban tewas saat berusaha dilarikan ke rumah sakit.

13. Kali Malang

Mencakup Jakarta sampai Bekasi. Kali Malang dipakai untuk menyuplai air PAM pada warga. Selain sering banjir, kawasan ini juga rawan kemacetan.

Tambahan:

1. Kali Mookervaart

Ini sebenarnya bukan kali, melainkan saluran air yang dibangun VOC tahun 1678-1689, menghubungkan Kali Angke dengan Kali Cisadane. Saluran ini dinilai penting dalam sistem pengendalian banjir kota Jakarta.

2 dan 3. Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur

Jika ditambahi Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, total aliran kali di Jakarta ada 16. Apa itu berarti Jakarta telah lepas dari 'kutukan' banjir? Mungkin mustahil jika kebiasan buruk buang sampah di kali masih terus terjadi. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto Wikipedia]