}
Baris Sejarah Kereta Api Indonesia
Fakta

Baris Sejarah Kereta Api Indonesia

by Pandu
Wed, 14-Sep-2016

Alasan kenapa Jawa menjadi pulau lebih maju daripada pulau lain di Indonesia, adalah moda transportasi. Dari sejak jaman Belanda masih menguasai Indonesia, mereka sudah bangun jalur rel kereta di tahun 1864.

Belanda awalnya cuma membangun rel kereta sepanjang 25 km, dari Semarang hingga Temanggung. Supaya bisa mengangkut hasil dari proyek Tanam Paksa. Setelah itu baru dibangun rel kereta beserta stasiun untuk mengangkut penumpang umum dan alat militer.

Di Asia, Indonesia [Hindia-Belanda] adalah daerah jajahan kedua yang membangun perkereta-apian. Sedang yang pertama adalah India. Selain Jawa, Sumatera, dan Sulawesi juga dibangunkan rel kereta api, oleh perusahaan swasta Belanda. Tapi tidak mencakup keseluruhan wilayah.

Dalam bahasa Jawa kereta api disebut sepur, plesetan dari bahasa Belanda “spoor” yang juga berarti kereta api. Ketika itu, kereta api adalah hal yang baru sekali, bahkan Raja Djawa mengeluarkan surat pengusulan agar kereta ditarik oleh kerbau dan sapi. Bukan dengan tenaga batu bara atau listrik. Tapi jelas usulan itu ditolak Belanda.

Selama periode 187-1938 dibangun 20 stasiun yang menghubungkan Jawa. Rata-rata adalah kereta uap. Sementara kereta listrik pertama beroperasi antara Stasiun BEOS sampai Stasiun Buitenzorg [Bogor]. Juga ada trem yang operasi di seputaran kota.

Kereta Api sempat tercoreng ketika terjadi kecelakaan yang menelan ratusan korban jiwa tahun 1987. Iwan Fals juga sempat menyindir lewat lagu “Kereta Tiba Pukul Berapa”. Saat itu kenyamanan kereta api dipertanyakan serta dianggap sebagai moda transportasi paling kacau. Duduk di atas gerbong, desakan, copet, dan lain-lain yang negatif.

Sekarang masihkah semrawut dulu? Biar kalian yang menjawab sendiri yaa. [][teks & foto @HaabibOnta]