}
Si Kertas Putih Nan Lembut
Fakta

Si Kertas Putih Nan Lembut

by Sherra
Mon, 04-May-2015

Memang nggak bisa dipungkiri, manusia membutuhkan tisu untuk berbagai macam keperluan. Tisu pun tersedia dengan berbagai fungsi, seperti halnya tisu wajah, tisu toilet, tisu makan, tisu handuk, dan tisu multiguna. Sering pakai tisu? Nah, harus tau dong soal seluk beluk, masa lalu, masa kini, dan masa depan si kertas putih nan lembut ini. Check these out!

  • Dulu, sebelum adanya tisu, ritual bersih-bersih setelah buang air tergantung dengan status sosial dan lokasi geografis.
  • Mereka yang orang kaya menggunakan wool yang lembut dan dapat dicuci. Sedangkan orang Romawi kuno menggunakan busa dengan tongkat yang direndam air.
  • Bahkan dulu juga ada yang memanfaatkan rumput, daun, jerami, bonggol jagung, tongkat, batu, pasir, lumut, wol, sabut, kulit buah, pakis, kulit kerang, dan pecahan tanah liat. Ouch!
  • Di beberapa belahan dunia, pergi ke toilet adalah pergi ke aliran air terdekat atau sungai. Cara bersih-bersihnya? Pakai tangan kiri. Itulah sebabnya di India dan beberapa bagian dari Timur Tengah dilarang menggunakan tangan kiri untuk makan karena tangan tersebut untuk ritual bersih-bersih setelah buang air.
  • Kini, banyak negara di Eropa Barat menganggap penggunaan tisu toilet tidak higienis dan lebih efektif menggunakan bidet, semacam cekungan rendah dengan keran air dan sabun yang biasanya ditempatkan di samping toilet untuk bersih-bersih.
  • Pertama kali, kertas diciptakan di Tionghoa untuk membersihkan diri di abad keenam dan menjadi populer sejak abad ke-14 saat kekaisaran Dinasti Ming memproduksinya.
  • Pada tahun 1393, sebanyak 720.000 kertas selebar 90x60cm diciptakan untuk membuat kursi kerajaan Dinasti Ming tetap bersih.
  • Kaisar Hong Wu, pendiri dan kaisar pertama Dinasti Ming meminta dibuatkan 15.000 lembar kertas yang lembut dan harum untuk keperluan pribadinya.
  • Berapa sih jumlah tisu pada tisu gulung? Rata-rata jumlah lembar per gulung bervariasi dan sedikitnya berjumlah dua ratus hingga seribu.
  • Sebuah survei menunjukkan bahwa rata-rata warga negara Amerika Serikat menggunakan sekitar 57 lembar kertas toilet per hari.
  • Tisu toilet terbesar yang pernah dibuat oleh salah satu produsen tisu di Amerika berukuran setinggi 2.4 meter dan berdiameter 2.7 meter untuk merayakan World Toilet Paper Day.
  • Ada sebuah kompetisi tahunan di New York untuk membuat gaun pengantin dari tisu toilet dan berhadiah $2,000.
  • Tisu toilet ternyata bisa ditumbuhi bakteri bahkan saat kondisinya masih baru atau belum dipakai. So, setelah cuci tangan, pakai tisu, bakteri akan nempel lagi di tangan.
  • Walaupun di luar angkasa, astronot tetap membutuhkan toilet dan tisu. Sebelum dan setelah dipakai, tisu tersebut disimpan dalam wadah khusus dan akan dibuang saat kembali ke Bumi.
  • Ada sebuah museum tisu toilet bernama Madison The Museum of Bathroom Tissue di Wisconsin, Amerika, dengan 3.000 gulungan tisu toilet dari tempat-tempat di seluruh dunia. Sayangnya, museum tersebut ditutup pada tahun 2000.
  • Pada tahun 1996, Presiden Amerika Serikat ke-42, William Jefferson Clinton mengeluarkan "pajak tisu toilet" sebesar 6 sen per gulungan, yang masih berlaku sampai saat ini.
  • Tisu toilet yang paling mahal di dunia adalah merek Renova asal Portugis. Renova memiliki 3 lapis tisu yang wangi dan tersedia dalam beberapa warna termasuk hitam, merah, biru dan hijau. Harganya? Sekitar $3 per gulungnya.
  • Koji Suzuki, seorang novelis horor Jepang yang terkenal berkat The Ring, memiliki seluruh novel yang dicetak pada satu gulungan tisu toilet sepanjang 3 kaki.
  • Tisu terbuat dari serat kayu yang berdaun jarum atau pinus atau yang memiliki serat kayu panjang.
  • Kasihan ya, 1 pohon berumur 6 tahun hanya bisa menghasilkan 2 pak tisu  atau sekitar 40 lembar. Bagaimana kalau untuk produksi satu pabrik?
  • Lebih dari 10.000 pohon di bumi ini dibuat menjadi kertas-kertas, termasuk kertas tisu setiap hari dan tidak sebanding dengan jumlah pertumbuhan pohon.
  • Orang-orang di beberapa belahan dunia tidak menggunakan tisu toilet karena mereka sadar kekurangan pohon. Kamu termasuk di dalamnya nggak?
  • Tisu dari bahan daur ulang mengandung bakteri 100 – 1.000 kali lebih banyak dari tisu biasa.
  • Penemuan jenis bakteri Bacillus Cereus pada tisu nggak membahayakan, tapi berbahaya bagi orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah.

Setelah baca fakta barusan, berapa banyak tisu yang kamu gunakan dalam sehari? Hmm.. lebih baik dikurangi dan menggantinya dengan sapu tangan. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto libelleservice.nl/ berbagai sumber]