}
Makanan dari Generated Modified Organisms
Fakta

Makanan dari Generated Modified Organisms

by Intern 2
Wed, 26-Oct-2016

Generated Modified Organisms [GMO] adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetik. Namun persoalan ini sering jadi perdebatan, bahkan membingungkan bagi sebagian orang. Sampai saat ini, masih banyak informasi dan argumentasi tentang GMO yang menyangkut paut dengan kesehatan manusia.

Makanan dari GMO atau Teknologi Transgenik, adalah segala jenis organisme, tanaman, atau hewan, yang materi genetiknya telah dimanipulasi melalui rekayasa genetika. Nah, makanan apa saja sih yang dibuat dari rekayasa GMO? Sampai saat ini, makanan dari GMO yang paling familiar adalah jagung dan kedelai.

Ternyata makanan dengan teknologi transgenik ini melakoni sejarah yang sangat panjang. Bahkan, mereka sudah ada selama ribuan tahun silam. Jadi, kemungkin besar konflik yang terjadi bukanlah karena keamanan bagi kesehatan manusia, melainkan bagaimana makanan hasil GMO akan berdampak dalam jangka panjang, dalam upaya pertanian berkelanjutan.

Sejak munculnya pertanian 12.000 tahun silam, para petani telah berupaya untuk meningkatkan daya tahan tanaman. Mereka menghasilkan produk pertanian sesuai yang diinginkan; lebih besar, lebih manis, dan lebih enak.

Menurut Bruce Chasey, Direktur Eksekutif Biotechnology Center di University of Illinois, para petani mengubah tanaman ini hingga berkembang menjadi tanaman yang nantinya tidak akan pernah bertahan di alam liar tanpa perawatan manusia lagi.

Dalam catatan hariannya, Chasey menulis, "Tanaman seperti stroberi, gandum, kubis, jagung, dan hampir semua sisa tanaman kami, berasal dari tumbuhan zaman nenek moyang yang sama sekali tidak berbentuk seperti apa yang kami tahu sekarang.”

Tahun 1800-an, Gregor Mendel, seorang ilmuwan dan biarawan Augustinian yang tinggal di Republik Ceko, melakukan percobaan hibridisasi tanaman pertama di dunia. Hibridisasinya melibatkan peternakan antara tanaman dari spesies yang berbeda.

Gregor berpendapat, kemungkinan tanaman berhibridisasi lebih besar, karena serbuk sari lebih mudah menyebar ke bunga dari spesies lain. Dia mulai bereksperimen dengan hibridisasi—terutama dengan tanaman kacang—sejak tahun 1856 dan 1863, dan hasil dari eksperimennya kemudian dijadikan dasar dan ilmu rekayasa genetika. Sejak itu, ia pun dikenal sebagai Bapak Genetika Modern.

Berlanjut pada 1954, Watson dan Crick menjelaskan bentuk DNA adalah helix ganda, yang kemudian membuka debut nyata di dunia rekayasa genetika. Kemudian, sekitar tahun 1970, perusahaan pertanian besar bernama Mosanto, mempekerjakan ahli kimia John Franz untuk membangun kembali glifosat sebagai herbisida. Glyphosate hasil dari Mosanto kemudian lebih dikenal sebagai Roundup, yang menjadi salah satu herbisida yang paling umum digunakan di kalangan petani. Mosanto pun berhasil menjadi suplier terbesar tanaman anti-glifosat, dengan penjualan benih bernama “Roundup Ready”.

Memasuki antara tahun 1972 dan 1973, ahli biokimia Herbert Boyer dan Stanley Cohen mengembangkan teknik potongan DNA. Waktu ini juga bertepatan dengan masa-masa dimulainya perdebatan pertama atas risiko kesehatan GMO. Pada tahun 1976, bioteknologi mulai dikomersialisasikan, yang memungkinkan perusahaan untuk bereksperimen dengan memasukkan gen dari satu spesies ke lain, baik untuk obat, makanan, atau alasan berbasis kimia.

Pada tahun 1982, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa GMO bisa dipatenkan, yang kemudian memungkinkan sebuah perusahaan minyak bernama Exxon, untuk mulai memanfaatkan mikroorganisme pemakan minyak. Lalu di tahun 1983, para ilmuwan yang bekerja di Mosanto melakukan percobaan modifikasi tanaman secara genetik, dan lima tahun kemudian mereka menguji tanaman rekayasa genetika pertama mereka.

Di tahun yang sama, para ilmuwan pun menciptakan bahan yang kini menjadi GMO paling umum; kedelai glyphosate-toleran. Segera, benih transgenik lainnya dikembangkan, termasuk kentang, kapas, beras, gula bit, tebu, dan tomat. Tujuannya adalah membuat tanaman tahan terhadap serangga, antibiotik, penyakit, herbisida, dan pestisida.

Sampai saat ini, belum ada cukup penelitian yang menentukan apakah GMO sepenuhnya aman bagi manusia. Meskipun FDA menyatakan GMO aman untuk dikonsumsi, manusia masih khawatir akan konsekuensi yang tidak diketahui. [][teks @sekarichi | foto medicaldaily.com]