}
Mengenal Jalur Rempah Awal Masehi
Fakta

Mengenal Jalur Rempah Awal Masehi

by Intern 2
Thu, 30-Nov-2017

Pelayaran telah terjadi sejak zaman dahulu sebelum masehi. Pelayaran ini dilakukan untuk mencari sumber kekayaan yang sangat dibutuhkan dan dicari banyak orang, yaitu rempah.

Seperti di zaman Mesir kuno, untuk mengawetkan jenazah atau yang dikenal dengan mummi, mereka menggunakan cengkeh, lada, pala, kapur. Tak hanya itu, para putri dan ratu Mesir juga menggunakan rempah untuk kecantikan diri mereka. Para kaisar di Tiongkok, mengharuskan petinggi negara untuk mengunyah cengkeh ketika menghadap raja. Di Eropa, hanya panglima, dan petinggi militer Romawi kuno yang bisa menikmati sedapnya makanan dengan campuran rempah. Namun, di mana mereka bisa mendapatkan rempah itu?

Lokasi bandar pelabuhan Barus, Sumatera Utara. source: maps.google.com

Sejak bangsa dahulu mengenal mengenai teknik perkapalan dan pelayaran, saat itu juga para pencari rempah selalu mencari pelabuhan maupun bandar yang berada di Nusantara. Bandar pelabuhan Nusantara yang dikenal pada mula-mula itu, berada di Barus, yang berada di pantai Barat Sumatera bagian Utara yang diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-2 Masehi. Pelabuhan ini bertahan hingga abad ke-16 Masehi, karena wilayah ini banyak menghasilkan komoditas langka yang diminati seperti kapur, kemenyan dan cendana. Dari kota inilah, kita mengenal istilah kapur barus.

"Jalur Cendana" yang berada di Nusa Tenggara Timur. source: maps.google.com

Jalur Cendana mulai terbentuk pada awal Masehi. Ketika para pedagang dari Tiongkok mendapatkan kayu cendana di Tanah Timor atau wilayah Nusa Tenggara Timur, sampai daerah itu disebut "Nusa Cendana", karena banyaknya kayu cendana. Cendana dipakai oleh India dan Tiongkok untuk kegiatan religius, pewangi ruangan dan aroma terapi. Cendana dari Pulau Timor memang dikenal sebagai penghasil cendana terbaik di dunia.

Peta jalur kayu manis yang diperdagangkan di Afrika. source: antronesia.com

Jalur kayu manis adalah jalur perdagangan Nusantara menuju Afrika untuk menjajakan kayu manis, yang telah terbentuk sejak abad ke-1 Masehi. Sedangkan komoditi di Barat Nusantara mulai terkuak oleh pedagang Eropa pada pertengahan abad, yang sebelumnya 'dirahasiakan' pedagang Tiongkok dan India untuk memonopoli perdagangan. Sejak saat itu, Eropa mengeksploitasi rempah di Barat Nusantara, hingga Bangsa Eropa menjadi makmur. Pada akhirnya, karena keserakahan bangsa Eropa mengeksploitasi kekayaan Nusantara, maka dimulailah masa penjajahan yang sangat mengenaskan. [][teks @apra_manuela, jalurrempah.com l foto antronesia.com, jalurrempah.com]