}
Candi-Candi di Luar Jawa
Fakta

Candi-Candi di Luar Jawa

by Hagi
Thu, 12-Apr-2018

Commuters tentu tau banyak candi di Pulau Jawa. Tapi bagaimana dengan yang di luar Jawa? Berikut ini adalah daftarnya ya. Menarik karena banyak peninggalan bersejarah di sana.

1. Candi Gunung Kawi, Gianyar, Bali

foto travel.kompas.com

Disebut juga Candi Tebing Kawi, terletak di daerah Tukad Pakerisan, Penaka, Tampaksiring. Bentuknya unik karena bangunannya dipahat di dinding tebing batu padas di tepi sungai. Namanya berarti candi yang dipahat di atas gunung.

Candi ini didirikan sebagai makam Raja Bali bernama Anak Wungsu, putera terakhir Raja Udayana yang beragama Syiwa. Anak Wungsu adalah adik Airlangga, Raja Medang Kamulan. Selama memerintah, Anak Wungsu meninggalkan 28 buah prasasti.

2. Candi Muara Takus, Riau

foto nasional.republika.co.id

Didirikan semasa Kerajaan Sriwijaya, terletak di antara Sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri, Riau. Candi Muara Takus adalah situs candi tertua di Sumatera, satu-satunya situs peninggalan sejarah berbentuk candi di Riau. Candi ini dibuat dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata. Berbeda dengan candi di Jawa yang dibuat dari batu andesit.

Dalam kompleks candi ini ada sejumlah candi: Candi Tua, Candi Bungsu, Candi Mahligai, dan Candi Palangka. Pada tahun 2009 Candi Muara Takus dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

3. Candi Muarojambi, Jambi

foto seputarjambinews.blogspot.co.id

Didirikan semasa Kerajaan Melayu, terdiri atas 12 bangunan dengan corak Buddha Mahayana. Kompleks Candi Muarojambi luasnya 12 kali Candi Borobudur. Disebut juga sebagai situs kota tua kuno di Sumatera.

Terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari dengan panjang lebih dari 7 kilometer, membentang searah jalur sungai. Dengan luas 12 kilometer persegi, kompleks candi ini merupakan yang terluas di Asia Tenggara. Sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muarojambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk jadi Situs Warisan Dunia.

4. Candi Gunung Tua, Tapanuli Selatan

foto indonesiatravelingguide.com

Merupakan kompleks candi terluas di Sumatera Utara, terletak di Padang Lawas. Di lokasi ini ditemukan sisa-sisa vihara Buddha dan sebuah arca Lokananta dan arca Dewi Tara yang memuat tulisan dalam bahasa Batak.

Kompleks candi ini terdiri atas biara-biara yang letaknya berjauhan. Dari tulisan-tulisan kuno, pembuat biara ini menganut Tantrayana. Oleh orang Tapanuli, candi ini disebut “Biaro Bahal”. Biaro Bahal I, II, dan III saling berhubungan dan terletak dalam satu garis lurus.

5. Candi Tanjungmedan, Sumatera Barat

foto dodichandra.blogspot.com

Berlokasi di daerah Pasaman, dan baru sekitar tahun 1990-an mulai dipugar. Kawasan Candi Tanjungmedan dialiri dua sungai yaitu Batang Pauh Gadis dan Batang Sumpur. Masyarakat menyebutnya sebagai Candi Puti Sangkar Bulan, tokoh yang dimitoskan karena kesaktiannya. Masih belum jelas, candi yang terdiri dari 6 bangunan ini peninggalan kebudayaan Hindu atau Buddha.

6. Candi Lesungbatu, Sumatera Selatan

foto situsbudaya.id

Terletak di Desa Lesungbatu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas. Kondisi Candi Lesung Batu saat ini masih berupa gundukan tanah yang di bagian permukaannya terdapat sebaran bata kuno.

Penelitian dari Balai Arkeologi Palembang serta Suaka Peninggalan Purbakala Jambi mengindikasikan candi ini peninggalan Hindu. Dari hiasan candi, sejumlah arkeolog memperkirakan bahwa bangunan ini telah ada sejak abad ke-13 atau 14 M. Hiasan tersebut memiliki kemiripan pada yoni-yoni di Majapahit yang merupakan peninggalan budaya dari masa Hindhu-Buddha. []

7. Candi Satu, Jambi

Berukuran sekitar 3,5 x 3,5 meter dan sedang dibangun kembali. Pekerja-pekerja menyusun bata-bata baru di atas susunan bata lama. Di tengahnya ada lubang berbentuk silang yang diisi pasir.
Penemuan logam di tubuh candi ini mirip dengan temuan logam di situs Candi Muarojambi. Bedanya, di Candi Muarojambi hanya berupa lempengan dan berisi tulisan mantra. Sedangkan di Candi Satu bentuknya berupa sebilah golok.

8. Candi Orang Kayo Hitam, Jambi

Terletak di Timur Laut situs Makam Orang Kayo Hitam, di Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur. Orang Kayo Hitam adalah anak Datuk Paduko Berhalo. Orang Kayo Hitam mendirikan Kerajaan/Kesultanan Jambi pada abad ke 14-15 M.

Makam Orang Kayo Hitam berada dalam satu kompleks dengan makam Putri Mayang Mangurai dan Orang Kayo Pingai di seberang Sungai Batanghari. Situs ini merupakan multi-component sites karena terdapat beberapa jenis peninggalan dari masa berbeda: Hindu, Buddha, dan Islam.  

Candi berupa reruntuhan bata kuno ini pertama kali ditemukan pada 1999, dan mulai dilakukan ekskavasi pada 2000 dan 2001.

9. Candi Bukik Awang Maombiak, Sumatera Barat

Terletak di Kenagarian Siguntur. Lokasinya di bagian atas bukit kecil di Jorong Siguntur yang tidak terlalu tinggi. Nama candi ini berarti Bukit Rawa Melesak.
Menurut data sejarah candi tersebut dibangun dari abad ke-7 hingga abad ke-15, ditemukan arkeolog pada tahun 1985. Masih terdapat bentuk-bentuk sisa galian pertama ketika kelompok candi ini pertama kali ditemukan. Berdasarkan temuan makara terakota di sisi Utara, diduga tangga atau pintu  candi menghadap ke arah Sungai Batanghari.

10. Candi Bumi Ayu, Sumatera Selatan

foto indonesia-tourism.com

Merupakan satu-satunya kompleks percandian di Sumatera Selatan. Sampai saat ini terdapat 9 buah candi yang telah ditemukan dan yang telah dipugar baru Candi 1, Candi 2, Candi 3, dan Candi 8.
Kawasan Candi Bumi Ayu dikenal dengan situs candi-candi peninggalan Hindu dari aliran Syiwa. Menurut arkeolog, kompleks Candi Bumi Ayu ini merupakan candi Hindu terbesar di luar Jawa sebagai tiruan Candi Prambanan.

11. Candi Agung, Kalimantan Selatan

foto life.108jakarta.com

Terletak di kawasan Sungai Malang, Amuntai Tengah, Kota Amuntai. Candi ini diperkirakan peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang keberadaannya sezaman dengan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Negara Dipa dibangun pada abad ke-14 M yang melahirkan Kerajaan Negara Daha, pendahulu Kesultanan Banjarmasin.

Tahun 1967, saat dilakukan penggalian situs kepurbakalaan di Kota Amuntai, ditemukan dasar candi dan benda-benda kuno. Tempat yang digali itu disebut penduduk Gunung Candi [Bukit Candi] dan dasar candi itu disebut Candi Agung.

12. Candi Laras, Kalimantan Selatan