}
Tahera Rahman, Reporter TV Berhijab Pertama  di Amerika
Fakta

Tahera Rahman, Reporter TV Berhijab Pertama di Amerika

by Intern 2
Wed, 30-May-2018

Tahera Rahman lahir di pinggiran negara bagian Chicago, Amerika Serikat. Ia adalah reporter televisi berhijab pertama di Amerika Serikat.  

Gadis berdarah India-Pakistan ini menyiarkan kabar cuaca dan berita terbaru di WHBF TV, stasiun televisi di Rock Island, negara bagian Illinois dan Iowa, Amerika Serikat.

Reportase pertama Tahera tayang di stasiun televisi jaringan CBS, Local 4 News, dengan tema penggalangan dana untuk klinik kesehatan di Quad City, kota di perbatasan Illinois dengan Iowa.

Wajahnya secara reguler muncul dan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Muslimah di Amerika Serikat lainnya untuk meraih dan serta menggapai karier lebih tinggi lagi.

Walau sebelumnya, sejumlah reporter berhijab sempat muncul di layar TV AS, namun Tahera Rahman merupakan yang pertama tampil secara reguler.

Penampilan pertamanya mengejutkan komunitas Muslim setempat. Di kawasan itu hanya terdapat dua masjid.

“Saya senang menuturkan cerita dalam berita TV, menggunakan ucapan orang-orang yang diberitakan. Mengenakan jilbab hal biasa bagi saya. Karena ibu dan tante saya pun berjilbab. Seiring bertambah umur, saya memang semakin berusaha mendekatkan diri dengan budaya asal. Kami diajarkan bahwa Islam merupakan pilihan,” ujar Tahera dikutip dari voaindonesia.com.

Menurut Mohamad El-Zein, Presiden Muslim Community of the Quad Cities, kesempatan yang dijalankan Tahera merupakan titik penting bagi umat Muslim di Amerika. Hal itu dapat memberdayakan anak-anak, mereka melihat perempuan berjilbab di TV ditonton banyak orang. Anak-anak sering alami tantangan di sekolah, kini ada reporter berjilbab ditonton semua orang.

"Melepaskan hijab mungkin akan mempercepat prosesku mendapatkan posisi dan karier seperti ini. Tapi, aku pikir itu bukanlah sesuatu yang layak untuk dikorbankan," ujar Tahera, dikutip Quad City Times.

Tahera yang sudah berhijab sejak kecil ini memang bercita-cita menjadi jurnalis. Dia merupakan lulusan Departemen Jurnalistik dari Loyola University Chicago 2013.

Namun perjuangannya menjadi reporter TV berhijab di AS tidaklah semulus itu, tetapi Tahera dengan jilbabnya pun menuai pro dan kontra. Ia kerap menerima surat elektronik 2-3 kali yang berisi agama dianutnya adalah agama sesat dan Tahera harus pindah agama.

Namun, hal itu tidak membuat Tahera menyerah. Ia berharap, kerja kerasnya berbuah manis serta menjadi inspirasi bagi Muslimah lainnya untuk mengenakan jilbab saat bekerja dan mendapatkan peluang serupa di kantor-kantor di seluruh negara itu, serta menggapai apa yang dicita-citakan dalam meniti karier.

Sementara itu, Mike Mickle, Direktur Pemberitaan WHBF-TV mengatakan, Tahera merupakan reporter berbakat. Mike menjelaskan, dari pernyataan dan surat yang masuk, ternyata lebih banyak mendukung dibandingkan komentar negatifnya. 

Nah, menginspirasi sekali kan Commuters sosok Tahera Rahman ini. Siapa nih di antara Commuters yang ingin mengikuti jejak seperti Tahera? [][teks @yolabonnita, berbagai sumber | foto berbagai sumber]