}
Fakta Penting Pilkada Serentak 2018
Fakta

Fakta Penting Pilkada Serentak 2018

by Intern 2
Tue, 26-Jun-2018

Menjelang penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah [Pilkada] Serentak 2018 yang merupakan agenda politik nasional, berbagai kegiatan mulai dengan tahapan persiapan sejak September 2017 hingga tahap akhir distribusi logistik pemilu telah dilaksanakan.

Dikutip dari detik.com, jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap [DPT] untuk Pilkada 2018 terjadi penambahan 9.228, sehingga total jumlah pemilih yaitu 152.067.680 dari awalnya 152.058.452 jiwa.

Tercatat jumlah pemilih perempuan lebih banyak, yaitu 76.088.777 dibandingkan dengan jumlah pemilih laki-laki 75.981.053 jiwa.

Selain jumlah pemilih yang luar biasa banyak, berikut beberapa fakta penting dalam pelaksanaan Pilkada 2018.

1. Digelar di 171 daerah dan diikuti 520 paslon

Jika Pilkada Serentak tahun lalu diikuti 101 daerah, tahun ini digelar di 171 daerah dengan rincian 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Terdapat 520 calon pasangan yang berlaga, dengan rincian diikuti 55 pasangan pada pilkada provinsi, 344 pasangan pada pilkada bupati, dan 121 pasangan pada pilkada walikota.

2. Anggaran Pilkada Rp 15,95 triliun

Agar penyelenggaran Pilkada Serentak 2018 berjalan lancar, maka dana yang digelontorkan pemerintah pun tak sedikit.

Dana tersebut sebesar Rp 15,95 triliun, dengan rincian untuk Komisi Pemilihan Umum [KPU] Rp 11,9 triliun, Badan Pengawas Pemilu [Bawaslu] Rp 3,6 triliun, dan untuk pengamanan Rp 379 miliar.

3. Sebanyak 15 daerah diikuti calon tunggal

KPU Pusat menyebutkan, pasangan calon tunggal dalam Pilkada kali ini jumlahnya mencapai 15 daerah.

Untuk itu, KPU terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 15 daerah tersebut guna mengantisipasi, munculnya pesimistis di tengah masyarakat untuk datang ke TPS di hari-H pemilihan.

Para calon kepala daerah di ke-15 daerah itu terdiri dari Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Kota Prabumulih, Pasuruan, Lebak, Tangerang, Kota Tangerang, Tapin, Minahasa Tenggara, Bone, Enrekang, Mamasa, Mamberamo Tengah, Puncak, dan Jayawijaya.

4. Rabu, 27 Juni 2018 resmi Hari Libur Nasional

Presiden Joko Widodo memutuskan hari pelaksanaan Pilkada 2018, pada Rabu, 27 Juni 2018 sekaligus menjadi hari libur nasional.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden [Keppres] nomor 14 tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 sebagai Libur Nasional.

Peresmian hari libur nasional ini bertujuan agar tidak terjadi kemungkinan pengurangan suara saat proses pemilu.

5. Ada 5 daerah dianggap rawan

Dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018, Kementerian Dalam Negeri pun menetapkan lima daerah yang dianggap paling rawan.

Kata 'rawan' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya.

Sementara Bawaslu memaknai kerawanan pilkada sebagai segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis.

Kerawanan ini dilihat Bawaslu dari berbagai variabel, seperti tantangan geografis, kekerasan terhadap pemilih, konflik antarpeserta, netralitas penyelenggara, kasus hukum dan lain sebagainya.

Dilansir dari BBC News Indonesia, Kementerian Dalam Negeri pun menyebut nama sejumlah daerah yang dianggap paling rawan selama Pilkada Serentak 2018, merujuk pada hasil penelitian Bawaslu.

Lima daerah yang dianggap paling rawan selama Pilkada Serentak 2018, yaitu Papua, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Yuk, gunakan suara Anda dengan bijak untuk memilih ya Commuters! [][teks @yolabonnita, bbcindonesia.com, liputan6.com, tirto.id | foto doripos.com, merdeka.com]