}
Petrichor: Aroma Segar Saat Hujan
Fakta

Petrichor: Aroma Segar Saat Hujan

by Intern
Fri, 03-Aug-2018

Commuters, pernah mencium aroma kebun yang basah setelah hujan? Aromanya begitu menyegarkan, bukan? Ternyata hujan tak hanya mendatangkan berkah setelah musim kemarau panjang, tetapi juga menghasilkan keharuman yang begitu menarik.

Udara akan terasa bersih dan tanah-tanah menjadi basah. Namun, tahukah Commuters bahwa ada istilah untuk menjelaskan bau hujan yang menyegarkan? Dilansir dari BBC, petrichor merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan wangi hujan.

Istilah petrichor ditemukan oleh ilmuan Isabel Joy Bear dan Richard Thomas dalam artikel mereka yang berjudul “Nature of Argillaceous Odor” pada jurnal Nature pada tahun 1964. Kata petrichor berasal dari Bahasa Yunani “petros” yang bermakna “batu” dan “ichor” berarti “cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa”.

Ada beberapa unsur senyawa kimia organik yang membentuk aroma petrichor. Senyawa kimia organik dari bakteri, tanaman, dan petir merupakan beberapa unsur pembentuk aroma nyaman saat hujan. Petrichor sudah sejak lama diincar para ilmuan dan pembuat minyak wangi untuk diteliti karena memiliki aroma khas.

Bakteri

Menurut Isabel Joy Bear dan Richard Thomas, aroma hangat yang muncul ketika air hujan menyentuh tanah dihasilkan bakteri tertentu.

“Jadi ketika Anda mencium tanah basah, sebenarnya apa yang Anda rasakan adalah molekul geosmin yang dibuat oleh jenis bakteri tertentu," kata Profesor Mark Buttner, kepala mikrobiologi molekuler di John Innes Center

Molekul geosmin dihasilkan bakteri Streptomyces. Bakteri ini biasanya dapat ditemui di tanah yang sehat. Selain itu, bakteri Streptomyces juga digunakan untuk membuat antibiotik yang dapat diperjualbelikan.

Tetesan air hujan yang menyentuh tanah menyebabkan geosmin terlepas ke udara dan membuat molekul tersebut menjadi lebih banyak. Saat ini, geosmin menjadi salah satu bahan utama dalam industri pembuatan parfum.

Tumbuhan

Hujan dapat membuat terpene atau senyawa kimia organik yang menghasilkan rasa, aroma, dan warna pada tumbuhan. Menurut Prof. Philip Stevenson pemimpin penelitian di Royal Botanic Gardens Kew, Inggris, hujan dapat memecah senyawa kimia organik yang terdapat pada tanaman kering.

“Senyawa kimia yang menghasilkan aroma nyaman biasanya diproduksi di rambut daun. Dan hujan dapat melepaskan senyawa itu, membawa keharuman itu keluar,” jelas Prof. Stevenson.

Petir

Petir juga merupakan unsur pembentuk aroma petrichor. Petir menciptakan aroma ozon yang bersih dan tajam karena berisi muatan listrik di atmosfer. Menurut Prof. Maribeth Stolzenburg dari Universitas Mississippi, petir, badai, dan hujan akan meningkatkan kualitas udara. Sebagian besar debu, aerosol, dan partikel yang terkena hujan membuat udara menjadi bersih. [][teks @amuspitasari | foto reddit.com & pixelstalk.net]