}
Persepsi Keliru Tentang Dracula
Fakta

Persepsi Keliru Tentang Dracula

by Pandu
Tue, 09-Jun-2015

Banyak orang lebih percaya bahwa Dracula adalah penghisap darah manusia. Padahal nggak juga sih. Dracula sang peletak dasar keluarga vampire hanyalah fiksi. Dalam cerita fiksi, Dracula dianggap sebagai vampir terkuat yang bisa berubah bentuk jadi siapapun, bisa terbang dan bergerak secepat kilat, serta kekuatannya lima kali manusia.

Sosok Dracula kian ternama sebagai tokoh fiksi dalam layar lebar, antara lain: Bram's Stoker's Dracula [1992], Blade: Trinity [2004], Dracula Untold [2014] dan masih banyak lagi. Jauh sebelum muncul ketiga film itu, sudah ada beberapa versi yang dibuat dalam film dan televisi, namun memang kurang populer. Dracula termasyur sebagai tokoh fiktif penghisap darah tak lepas dari kesuksesan novel Dracula karya Bram Stoker, yang terbit tahun 1897.

Tokoh utama, Count Dracula rekaan Bram Stoker diintepretasi lewat teater dan film. Hingga akhirnya kini, orang percaya bahwa Dracula adalah pangeran yang menjual jiwanya pada iblis untuk mendapatkan keabadian serta mengalahkan kerajaan Ottoman.

Perlu digarisbawahi, Dracula pemuja setan sekaligus penghisap darah cuma cerita fiksi alias faktanya bisa keliru. Jati diri, kematian, dan perilaku meminum darahnya masih jadi perdebatan di kalangan sejarahwan sampai kini.

Nama asli Dracula ialah Pangeran Vlad lll [Vlad The Impaler]. Dia keturunan keluarga bangsawan, Basarab. Vlad lll bersama leluhurnya ikut dalam Order of Dragon. Kelompok yang berusaha melindungi dominasi Gereja di Eropa dari invasi Kerajaan Ottoman. Ia dipercaya menjaga wilayah Hungaria dan Wallachia.

Di Eropa Timur, sosok Vlad lll dikenal sebagai pahlawan pemberani yang menantang hegemoni Kerajaan Ottoman Hanya dengan bala tentara yang seadanya. Bukan monster yang disangka oleh publik luas. Vlad lll menyusupkan pasukannya ke barak Sultan Mehmed ll. Ia berencana menikam sang raja hingga tewas. Namun usahanya tidak berhasil karena Sultan terbangun.

Profesor Sejarah Florin Curta menyebut, Sultan Mehmed mulai mewaspadai seluruh pasukannya. Dia curiga di antara pasukannya ada yang jadi pengkhianat. Cekcok pun terjadi antar-pasukan. Seketika rencana pembunuhan itu berubah jadi taktik divide et impera. Semalaman sesama pasukan saling bantai demi melindungi Sultannya.

Vlad lll ialah orang yang pintar tentang strategi perang. Hal ini yang tidak diketahui oleh publik. Berkat kecerdasan taktiknya, ia berhasil memukul mundur batalyon Kerajaan Ottoman lewat serangan kejutan. 

Perihal Dracula sebaagai sosok yang haus darah? Iya itu betul, haus akan darah lawannya. Pria ini memang sosok yang tidak segan untuk membantai seluruh desa untuk mengamankan wilayah. Disebut The Impaler, karena dia acap 'menyate' musuh-musuhnya dengan cara menusuk tubuh lawannya dari bawah ke atas! Perlakuan inilah yang melambungkan namanya menjadi tokoh yang sadis.

Dracula yang disebut-sebut haus darah, selalu dikait-kaitkan dengan makhluk peminum darah yang berkembang di Eropa Timur, namanya "Moroi".  Makhluk ini adalah hantu dari anak-anak yang bergentayangan sebelum sempat dibaptis. Tapi Moroi hanya menghisap darah hewan saja. Penduduk lokal percaya bahwa Moroi berbentuk kelelawar. [][teks @HaabibOnta | foto rolandia.eu]