}
Mitos Sekitar Puasa
Fakta

Mitos Sekitar Puasa

by Yogira
Fri, 26-Jun-2015

Ternyata, masih banyak ya, anggapan salah kaprah sekitar puasa. Malah, akhirnya jadi mitos, yang  bikin puasa nggak bermutu.

Berikut adalah mitos-mitos tentang puasa, yang musti kita hindari [Tentunya bagi yang menjalani puasa pada Ramadan ini ya]  

Puasa akibatkan sakit

Fakta: puasa nggak bikin starvasi [kekurangan asupan energi], tapi keadaan dehidrasi ringan yang bisa bikin kerja fungsi ginjal. Malah, puasa akan mengurangi gejala penyakit gangguan diabetes dan lambung.   

Puasa ganggu pertumbuhan anak yang belum puber

Fakta: Sampai saat ini belum ada penelitian akurat yang menjelaskan bahwa puasa bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Puasa berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI

Fakta: Belum ada bukti penelitian yang menunjukkan kualitas dan kuantitas ASI berkurang atau berat badan bayi menurun bila ibu menyusui melaksanakan puasa.

Nggak boleh olahraga selama berpuasa

Fakta: Olahraga akan merangsang antiinsulin yang mencegah badan lemas karena turunnya kadar gula. Kalau pun tetap ingin olahraga, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa [1-2 jam sebelumnya].

Penderita maag nggak boleh puasa

Fakta: Tergantung jenisnya, pada maag fungsional, puasa justru menyehatkan, tapi pada maag organik [ada kelainan anatomis seperti luka pada lambung/usus 12 jari] sebaiknya tidak berpuasa untuk mencegah pendarahan.

Banyak makan saat berbuka baik buat lambung

Fakta: makan banyak saat berbuka justru akan merangsang produksi asam lambung secara mendadak sehingga akan mudah bersendawa, kembung dan tidak merasa nyaman.

Langsung tidur sehabis sahur baik buat lambung

Fakta: Setelah sahur sebaiknya tidak langsung tidur untuk menghindari naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan [reflux]. Beri jeda beberapa saat sehingga perut terasa nyaman.

Minum susu saat berbuka puasa dapat membuat maag kambuh

Fakta: penderita maag boleh minum susu jenis apa saja, kecuali penderita alergi atau intoleransi susu. Tapi sebaiknya minum air putih lebih dahulu.

Penderita diabetes tidak boleh puasa

Fakta: pada kasus diabetes yang ringan, berpuasa dapat mengendalikan glukosa dalam darah. Tetapi pada keadaan diabetes tipe tertentu sebaiknya menghindari puasa.

Sahur tidak penting karena di siang hari tetap merasa lapar

Fakta: sebaiknya jangan tinggalkan sahur karena sahur sama dengan sarapan lebih dini. Tanpa sahur, kadar normal gula darah hanya sanggup bertahan 2-3 jam. [][teks @dd_sarwono/ infospesial.net | foto huffingtonpost.com/newsgram.com]