}
10 Fakta Soal Kucing
Fakta

10 Fakta Soal Kucing

by Sherra
Fri, 10-Jul-2015

Buat pecintanya, kucing adalah makhluk menggemaskan yang patut dipelihara dan disayang. Tapi apakah kamu benar-benar tau seluk beluk soal kucing? Nah, simak faktanya berikut ini ya.. 

1. Kucing bisa menyuarakan 90 suara yang berbeda

Biasanya kucing bersuara meow, grrr, hiss… tapi sebenarnya, makhluk berbulu ini dapat membuat hampir 100 suara yang berbeda. Kucing juga dikenal bisa meniru suara bayi manusia yang maksudnya untuk menarik perhatian pemiliknya. Mereka juga dapat mengenali suara si pemilik lho. Pernahkah kamu merasa,  kucingmu sedang mencoba berinteraksi? Mungkin itulah salah satu dari 100 suara mereka.

2. Kucing besar juga mendengkur

Kalau ngomongin soal mendengkur, bukan cuma kucing lho. Tapi kucing besar seperti cheetah dan singa gunung juga mendengkur. Bahkan harimau, singa, jaguar, dan macan tutul kadang-kadang membuat suara seperti mendengkur saat menghembuskan napas. Kemampuan jenis kucing untuk mengaum dan mendengkur ini didasarkan pada anatomi mereka.

3. Kucing memiliki pendengaran yang luar biasa

Kucing dapat menggerakkan telinganya 180 derajat sehingga dapat mendengar frekuensi yang lebih tinggi daripada manusia. Manusia dapat mendengar frekuensi hingga 20kHz, sementara kucing dapat mendengar hingga 64KHz. Percaya atau nggak, mereka memiliki pendengaran yang lebih baik daripada anjing! Kucing sangat pandai mendeteksi lokasi suara. Jadi, saat kita memanggil kucing, bukannya nggak dengar dan nggak tau lokasi kamu, mereka cuma berpura nggak dengar aja.

4. Susu nggak bagus untuk kucing!

Banyak yang berpikir susu itu baik untuk kucing. Mitos! Faktanya, kucing sebenarnya intoleran laktosa dan susu sapi nggak baik untuk sistem pencernaan mereka. Memang benar, anak kucing membutuhkan susu untuk bertahan, tapi yang terbaik adalah dari induknya.

5. Ada setidaknya 24 helai kumis pada kucing

Kucing memiliki 12 buah kumis di setiap sisi wajahnya yang digunakan untuk berburu dan untuk merasakan lingkungan. Ahli saraf hewan menemukan bahwa kumis kucing terhubung ke bagian otak yang mirip dengan korteks visual. Hal itu menunjukkan, kucing hampir bisa melihat dengan kumis mereka. Ketika berburu dalam jarak dekat, kumis kucing akan menunjuk ke arah mangsanya. Makanya, kumis kucing yang rusak bisa bikin kucing kesulitan menangkap mangsa. Kerennya lagi, kucing menggunakan kumisnya untuk mengira-ngira kemampuannya untuk  masuk ke dalam ruang yang sempit.

6. Produk pertama untuk cat litter diciptakan tahun 1947

Biasanya kucing buang air di pasir kucing yang dijual perbungkus di pet hop. Tahun 1947 Edward Lowe mengenalkan produk ciptaannya, cat litter yang berbahan dasar clay. Sampai kini, Kitty Litter adalah menjadi trademark untuk cat litter. Lowe melanjutkan bisnisnya dan menjadi perusahaan dengan nama Tidy Cat.

7. Seluruh kucing adalah keturunan dari satu spesies

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berbagai jenis peranakan kucing di dunia adalah keturunan dari satu spesies, Felis Sylvestris [kucing liar] dari Timur Dekat hampir 12.000 tahun yang lalu. Sebagai manusia yang berkembang di bidang pertanian, kucing bermanfaat untuk mengontrol hewan pengerat. Hubungan antara Mesir dan kucing yang paling terkenal dalam sejarah adalah mengenai beberapa dewa yang digambarkan sebagai kucing di Mesir Kuno. Pemilik kucing di Mesir bahkan dimumikan bersama kucingnya, sehingga mereka akan memiliki hewan peliharaan di akhirat. Beberapa pemilik kucing saat ini masih memperlakukan kucing seperti dewa!

8. Kucing beristirahat selama 16 jam sehari

Sering melihat kucing tertidur? Bukannya mereka malas. Tapi mereka memang membutuhkan waktu tidur lebih banyak dari manusia, yaitu 2/3 dari 24 jam. Tidur juga salah satu bagian proses pertumbuhan untuk anak kucing karena saat tidur mereka memproduksi hormon pertumbuhan.

9. Kucing besar terancam punah

Manusia menggunakan lebih banyak sumber daya alam dan juga merugikan habitat kucing-kucing besar di seluruh dunia, seperti macan tutul salju, macan tutul, dan lainnya. Misalnya saja, yang membeli barang berbahan bulu kucing. Mungkin terdengar keren kalau Anda memiliki tas dengan kulit macam tutul, tapi itu cuma bikin mereka punah.

10. Kucing bisa mengurangi penyakit

Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dan anak-anak terkena kucing cenderung dapat memicu sistem kekebalan tubuh. Memiliki kucing ternyata baik untuk tubuh dan pikiran Anda. Faktanya, orang yang memelihara kucing memiliki tingkat stres lebih rendah daripada orang yang bukan pemelihara kucing. Selain bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan merendahkan kolesterol, kucing juga bisa membantu terapi anak autis lho. [][teks @saesherra/interesting-facts.com | foto tehcute.com]