}
Hiroshima & Nagasaki, Dulu & Kini
Fakta

Hiroshima & Nagasaki, Dulu & Kini

by Yogira
Tue, 04-Aug-2015

Hiroshima, 6 Agustus 1945. Tiba-tiba jam terhenti pada pukul 8:17 pagi. Tanah bergetar. Jerit sakit terdengar. Rumah dan manusia terbakar. Dalam hitungan detik, kota itu luluh-lantak oleh ledakan bom atom “Little Boy".

Nagasaki, 9 Agustus 1945. Kota ini nasibnya sama dengan Hiroshima. Hancur lebur. Bom atom "Fat Man" meledak bikin kuping pekak. Gedung, rumah, dan tanah berserak. Mayat-mayat bergelimpang, sebagian jadi arang.

Duka pun menggenang Jepang. Perang selalu saja mengorbankan banyak orang. Di Hiroshima, tewas 140.000 orang. Di Nagasaki tewas 80.000 orang. Lantaran perang, nyawa selayak sampah yang dibuang. 

Enam hari pasca pengeboman di Nagasaki, tepatnya 15 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Perang Pasifik dan Perang Dunia II pun berakhir. Tiada lagi perang nuklir.

Sudah 70 tahun Hiroshima dan Nagasaki mencoba jadi kota yang berseri, melupakan sejarah yang nyeri. Dua kota ini terus mencoba menghias diri untuk mendatangkan wisatawan dari mancanegeri.

Kini Hiroshima mencoba jadi kota yang berjaya. Dengan populasi penduduk 1,1 juta jiwa, Hiroshima jadi kota  pelabuhan modern dengan alam yang mempesona. Gunung Shiraki, Pulau Ninoshima, dan Sungai Ota adalah contohnya.

Demikian pula Nagasaki. Kota berteluk indah ini seringkali memikat hati para traveler dari berbagai negeri. Di sini banyak sekali objek wisata yang layak dikunjungi, di antaranya: Taman Koyagi, Nobozaki, Gereja Kurosaki, dan tak lupa, Museum Bom Atom Nagasaki.

Kini Hiroshima dan Nagasaki jadi tanah yang indah, seolah ingin menimbun sebongkah sejarah parah demi masa depan yang cerah. [][teks @firza/berbagai sumber | foto newyorker.com/cruiselinefans.com, busanhaps.com, wikimedia.org]