}
8 Fakta Sejarah Nggak Umum di Indonesia
Fakta

8 Fakta Sejarah Nggak Umum di Indonesia

by Pandu
Sun, 16-Aug-2015

Mungkin kamu sulit mendapatkan informasi sejarah ini dari buku pelajaran sekolah. Bisa jadi karena isinya berbahaya. Mungkin juga karena dianggap nggak penting untuk masuk kurikulum.

Tapi biar bagaimanapun, ini adalah sejarah yang terkandung di rahim Bangsa Indonesia.

TNI Lahir Sebelum NKRI

Tentara Nasional Indonesia dideklarasikan lebih dulu oleh Sadikin, Bintara Heiho pada 16 Agustus ’45 sebelum NKRI lahir. Pada apel pagi hari, ia berpidato bahwa Indonesia sudah merdeka dan Peta/Heiho jadi Tentara Nasional.

Nama Indonesia Dibuat Orang Inggris

Pencipta nama Indonesia adalah James Richardson Logan. Ia memopulerkannya lewat Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia [1850]. Hampir saja bangsa kita disebut Malayunesian.

4 Tentara Jepang Membelot

Mereka adalah Laksamana Muda Maeda, Tomegoro Yoshizumi, Shigetada Nishijima, dan Sato Nobuhide. Keempatnya mendirikan sekolah bagi kaum muda yang akan mengisi kemerdekaan bernama Asrama Indonesia Merdeka.

Indonesia Dijajah 350 Tahun oleh Belanda cuma Hoax!

Faktanya, penjajah Indonesia itu VOC, yaitu perusahaan dagang rempah-rempah asal Belanda. Yang betul, VOC menjajah Nusantara selama 340 tahun.

Bung Karno dan Bung Hatta Jadi Guru

Tahun 1944 keduanya mengajar di Asrama Indonesia Merdeka bentukan Tentara Jepang. Bung Karno mengajar gerakan nasionalis. Sementara, Bung Hatta mengajar gerakan koperasi.

Naskah Proklamasi Pernah Hilang

Setelah pembacaan proklamasi, draft yang ditulis oleh Bung Karno dan Bung Hatta menghilang. Wartawan Senior BM Diah yang memungutnya dari tempat sampah. Baru tahun 1992, naskah itu diserahkan kepada pemerintah.

Bendera Pusaka Berasal dari Sprei dan Tukang Soto

Ibu Fatmawati telah membuat bendera merah putih sebelum tanggal 16 Agustus ’45. Tapi ukurannya terlalu kecil. Ia mengambil sprei putih dan membeli kain merah dari penjual soto. Jadilah Bendera Pusaka.

Bung Karno Kena Malaria pada Hari Proklamasi

Jumat, 17 Agustus ’45, Bung Karno mengeluh tidak enak badan. Ia lalu disuntik dan diberi obat. Dokter menyebut, ia kena gejala Malaria Tertiana. Akibatnya, Bung Karno juga tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto Frans Mendoer]