}
Sepintas Sejarah Pramuka di Indonesia
Fakta

Sepintas Sejarah Pramuka di Indonesia

by Pandu
Thu, 13-Aug-2015

Pramuka atau Kepanduan digagas tahun 1896 oleh Baden-Powell, seorang tentara yang bertugas di Zimbabwe. Pengalaman perang di Afrika kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul Aids to Scouting. Dia pun membentuk pasukan yang terdiri anak muda “The Mafekingf Cadet Corps” yang menjadi cikal bakal Pramuka.

Sekarang Lord Baden-Powell dikenal sebagai Bapak Pramuka sedunia atas kegigihannya mencetuskan cara bertahan hidup di alam bebas.

Semantara itu di Indonesia, Pramuka [Praja Muda Karana] baru terbentuk pada tahun 1961. Sebelumnya, ada banyak organisasi yang berdasarkan pada asas kepanduan. Misalnya, Hizbul Wathan [HW] Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling Pandu [SIAP], Nationale Islamietishe Padvinderij [NATIPIJ] dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie [INPO].

Lantaran banyaknya organisasi Kepanduan yang berkembang, akhirnya Bung Karno menetapkan kelompok itu harus berada dalam satu payung, yakni Pramuka. Hal itu ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Lalu ditetapkanlah tanggal 14 Agustus sebagai Hari Pramuka.

Organisasi ini sepakat untuk menciptakan kepribadian anak bangsa yang beriman, patriotik, disiplin, dan berjiwa Pancasila.

Sejak sekolah dasar, Pramuka diperkenalkan sebagai ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh siswa. Tingkat terbawah disebut sebagai Siaga [7-10 tahun]. Lalu naik sebagai Penggalang [11-15 tahun]. Tingkat ketiga Penegak [16-20 tahun]. Sementara tingkat tertinggi Pandega [21-25 tahun].

Mereka diajarkan kepemimpinan hingga cara bertahan hidup di alam bebas.

Pramuka mengambil simbol tunas pohon kelapa, karena dianggap sesuai dengan ideologi, bisa bermanfaat dari daun hingga ke akar. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto istimewa]