Anniesa Hasibuan, Mutiara Lombok, dan New York
Fashion

Anniesa Hasibuan, Mutiara Lombok, dan New York

by Sherra
Mon, 25-Jan-2016

Walaupun masih terbilang sebagai desainer Muslimah pendatang baru, Anniesa Hasibuan makin diperhitungkan di dunia fesyen internasional sebagai salah satu desainer busana Muslim yang mewah dan elegan. Setelah membawa Batik Prada Jawa Tengah ke ajang 2015 Couture New York Fashion Week, September lalu, ia akan tetap konsisten mempromosikan keindahan Indonesia ke ajang fesyen internasional.

Yeap, Februari mendatang Anniesa bakalan membawa mutiara indah dari Lombok ke ajang "Couture Fashion Week New York" dan "Reel Haute Couture Los Angeles" dengan tema 'PearlAsia'. Lombok memang menjadi daerah penghasil mutiara laut selatan [South Sea Pearl] terbesar di dunia. Nah, karena kesukaannya akan mutiara Lombok, desainer kelahiran Jakarta, 30 Juli 1986 ini ingin mengangkat simbol keagungan wanita tersebut.

Sedikit cerita, Anniesa pergi ke Belanda dan sempat melihat penjual mutiara yang indah. Ternyata mutiara tersebut asalnya dari Lombok, NTB. Harganya pun ia bilang bisa sepuluh kali lipat.

"Mutiara biasanya dipakai sebagai perhiasan seperti kalung, anting, atau gelang, namun sekarang saya mau aplikasikan di gaun," kata Anniesa saat konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Senin [25/01].

Jauh berbeda dengan koleksi sebelumnya, Anniesa memilih warna pastel dan mint pada ball gown yang akan dipadukan dengan mutiara nantinya. Ia juga akan menggunakan bahan dari sutera, beludru, brokat dan dilengkapi dengan payet.

Anniesa sudah menyiapkan 15 rancangan yang akan dibawa beserta dua model cantik favoritnya, Sarah Azka dan Laura Muljadi. Bukan cuma melekat di gaun-gaun bak ratu yang indah, tapi mutiara Lombok yang cantik akan menjadi headpiece dengan pita di belakangnya.

Inilah beberapa gaun yang akan dipamerkan Anniesa di New York dan Los Angeles nanti. Namun ini masih 50 persennya lho..





Untuk bocoran, Anniesa akan meluncurkan koleksi daily wear Muslimah Maret mendatang. [][teks & foto @saesherra]