}
The 33: Penambangan Berbuah Petaka
Film

The 33: Penambangan Berbuah Petaka

by Yogira
Wed, 16-Dec-2015

Persoalan Freeport bikin repot. Di baliknya, ada rahasia besar tak kunjung terbuka. Kalau dibiarkan terus, itu mungkin bisa jadi malapetaka.

Apakah sebuah kebetulan atau disengaja? Ketika masalah Freeport ‘memanas’, film The 33 segera beredar di bioskop Indonesia? Memang tak ada sangkut sengkarut antara Freeport dengan film The 33. Namun film The 33 menguak hikmah kepada manusia bahwa nafsu eksploitasi terhadap sumber daya alam bisa berbuah petaka.

Film The 33 diangkat dari kisah nyata. Pada 5 Agustus 2010, penambangan tembaga dan emas di San José, Chili mendadak longsor. Sebanyak 33 penambang terkubur sejauh 700 meter dari permukaan. Bagaimana mereka bisa selamat? Dan apa pula penyebab longsornya lokasi penambangan itu?

Dalam film The 33, tergambar ada konflik, antara nafsu manusia yang hendak menguruk terus tambang emas versus manusia yang dilematis atas keselamatan penambangnya. Don Lucho [Lou Diamond Phillips] bersitegang dengan atasannya karena dia tahu, lokasi penambangan yang akan digarap sudah rapuh. Tanahnya labil. Namun sang atasan keras kepala. Alasannya, target mendapatkan hasil tambang harus terpenuhi. Kalau tidak, tahulah akibatnya. Dengan terpaksa, Don Lucho menerima tugas atasannya itu dengan berat dan was-was. Dia mengumpulkan para penambang, yang kebanyakan memang sahabat baiknya. Salah satunya adalah Mario Sepúlveda [Antonio Banderas].

Maka, berangkatlah Don Lucho bersama mereka, memasuki terowongan, melalui jalan bergalian yang menurun, menuju satu area penambangan. Di situ sudah ada beberapa penambang lainnya yang sedang bekerja.

Namun ketika sedang asyik bekerja, dinding-dinding di perut gunung bergetar hebat. Terowongan dan goa-goa rontok. Bebatuan berjatuhan. Semua penambang panik. Mereka berupaya menyelamatkan diri ke ruang  perlindungan meski akhirnya terperangkap juga oleh reruntuhan longsor.

Negeri Chile gempar. Keluarga penambang berdebar-debar, menanti kepastian dari pemerintah terkait keselamatan 33 orang penambang itu. Menteri Pertambangan Chile, Laurence Golborne [Rodrigo Santoro] akhirnya turun tangan. Dia mencoba menenangkan keluarga para penambang itu. Golborne lalu bekerja sama dengan insinyur pertambangan bernama Andre Sougarret [Gabriel Byrne]. Bersama tim penyelamat, mereka berpikir keras dan bertugas dengan lugas ingin secepatnya mengeluarkan 33 penambang agar tidak sampai mati terkubur karena kelaparan. Bagaimana mereka menyelamatkannya? Bagaimana kondisi 33 penambang ketika terus berharap-harap menanti pertolongan dari tim penyelamat? Ya tonton saja filmnya.

Film The 33 mengalirkan kadar dramatik yang bisa bikin airmata merintik. Sungguh, cinta begitu kuat melekat digambarkan pada keluarga dari 33 penambang itu. Dalam film ini, cinta dan kasih sayang seperti energi alamiah yang sangat berperan menentukan hidup atau mati para penambang.

Patut diacungi jempol akting Juliette Binoche, yang memerankan Maria Segovia. Padahal peran Segovia sebelumnya akan dimainkan oleh  Jennifer Lopez. Konflik batin Segovia dengan adiknya, Dario Segovia [Juan Pablo Raba] sungguh bisa membetot-betot rasa yang bisa menguapkan airmata haru. Tentu saja, sang pemeran utama Antonio Banderas, yang melakoni karakter Mario Sepúlveda patut juga diacungi jempol. Aura leadership-nya begitu kentara ketika memainkan Sepúlveda.

Selain membawa pesan bahwa hak hidup manusia harus diutamakan, film ini pun mengingatkan kita bahwa nafsu mengekploitasi sumber daya alam akan bikin hidup manusia terancam dan menderita oleh ulahnya sendiri. Ibaratnya, senjata makan tuan!

Nah, kalau pesan film The 33 ditambalkan pada pertambangan Freeport, apakah  ekploitasi alam yang penuh keserakahan duniawi akan berdampak pula pada kondisi bumi yang ngeri? [][teks @firza | | foto the33movie.com]