}
Assassin's Creed: Kisah Perburuan Apel Surga
Film

Assassin's Creed: Kisah Perburuan Apel Surga

by Yogira
Thu, 22-Dec-2016

Bagi gamers, Assasin’s Creed nggak asing lagi. Apa jadinya kalau salah satu game populer itu dibikin jadi layar lebar?

Banyak sudah seri video game yang diangkat jadi cerita sinema. Assassin's Creed nggak mau ketinggalan. Film ini bisa jadi masuk jajaran box office. Selain karena popularitas video game-nya, juga karena suguhan action dan jadwal tayangnya pada liburan Natal dan Tahun Baru.

Kisahnya seorang pembunuh bernama Callum Lynch [Michael Fassbender]. Dia nyaris dihukum mati. Tapi hidupnya kembali diperpanjang oleh perusahaan Abstergo Industries, yang dikendalikan ayah dan anaknya, Rikkin dan Sofia.

Melalui proyek teknologi canggih Animus, Rikkin dan Sofia memanfaatkan Lynch dengan ingatannya untuk melacak keberadaan buah apel surga. Lynch terpilih jadi orangnya karena dia punya garis keturunan Aguilar de Nerha---anggota Assasin yang hidup di Spanyol pada abad ke-15.

Semula Lynch berontak. Dia ogah berurusan dengan mesin Animus yang ditempelkan pada kepala dan tubuhnya. Namun akhirnya Lynch bersedia jadi ‘perantara’ sekaligus pelacak keberadaan apel surga itu berkat bujukan halus Sofia. Maka, melalui ingatannya, Lynch/Aguilar mesti berjibaku melawan musuh-musuhnya dari komunitas Templar, yang berambisi ingin merebut Apel dari seorang sultan.  Bagaimana Lynch mendapatkan apel keramat itu? Mengapa Rikkin dan Sofia benar-benar ingin memiliki apel itu?   

Pengisahan film ini terbilang rumit. Ceritanya agak sulit dicerna. Mitos dan sejarah tentang Templar di Spanyol terasa tumpang-tindih dengan persoalan perangkat teknologi proyek Animus. Meski begitu, visual effect dan rangkaian action-nya tetap asyik dinikmati. Pengarahan sinematografi pun seolah menggiring penonton ikut terlibat dalam aksi para Assasin seperti pada video game-nya.

Sang sutradara, Justin Kurzel memang tidaklah ngetop. Tapi dia bisa menafsirkan kisah Assassin’s Creed versi game menjadi film fantasi yang sangat menghibur. Sisi surealis film ini mengingatkan kita pada film Matrix. Sama seperti Matrix, dalam film Assasin Creed,  dua dimensi situasional ‘dibenturkan’ dalam sejumlah adegan penting, yang justru jadi kunci keseruan film.

Nah, kamu penggemar film fantasi atau penyuka video game Assassin’s Creed, segera tonton filmnya di bioskop Cinema 21/XXI. [][teks @firza | foto Regency Enterprises, Ubisoft Entertainment]