}
Live by Night: Gangster Anti-Rasis
Film

Live by Night: Gangster Anti-Rasis

by Yogira
Thu, 12-Jan-2017

Sukses sebagai aktor sekaligus sutradara film Argo, yang menyabet Oscar 2013 sebagai Film Terbaik, Ben Affleck kembali membesut film bertajuk Live by Night. Karya sinema yang diadaptasi dari novel berjudul sama, karangan Dennis Lehane.

Film ini mengambil setting kota Boston, Amerika pada tahun 1920-an. Konon, saat itu ada tokoh kriminal berperangai ‘dingin’, tangguh, cerdas, dan cukup humanis. Namanya, Joe Coughlin [Ben Affleck]. Tak seperti kriminal pada umumnya pada era itu, yang nggak sabaran, brutal dan kejam, justru Joe mau kompromi dan sabar ketika menghadapi lawan atau kendala yang menghalangi bisnisnya. Dia bisa kalem. Tapi Joe akan terpaksa menggunakan cara kekerasan kalau lawan yang dihadapinya keras kepala dan menyebalkan.

Sebenarnya Joe ingin bekerja secara independen, ogah berurusan dengan gangster, apalagi cuma jadi anak buah. Tapi dia terpaksa melakoninya karena ‘terganggu’ dendam kesumat kepada Albert White [Robert Glenister], terkait cinta segitiga dengan Emma Gould [Sienna Miller]. Emma menghilang misterius. Joe menganggap, cewek yang dicintainya itu sudah mati.

Kemudian Joe bergabung dengan gangster pimpinan Maso Pescatore [Remo Girone]. Joe dipercaya harus mengelola bisnis di Tampa, Florida. Di sana dia merajut asmara dengan Graciela [Zoe Saldana]. Namun bisnis Joe menghadapi tantangan besar, yakni dari kelompok rasis ekstrem, Ku Klux Klan dan dari seorang perempuan pengkhotbah, Loretta Figgis [Elle Fanning]. Bagaimana Joe menghadapi dua masalah itu?

Live by Night terbilang kisah klise. Sudah banyak film gangster yang mencampuradukan kriminal dengan persoalan cinta, dan akhirnya sang tokoh utama memilih tobat.

Meski begitu, penonton jangan kecewa dari sisi penggarapannya. Film ini berhasil mengambil setting Boston sedetail mungkin. Perlu dicatat juga, Live by Night mengangkat isu SARA dan hak asasi manusia. Ini tergambarkan dengan adanya Ku Klux Klan, juga adegan dan foto kekerasan terhadap perempuan.

Affleck sepertinya sedikit ‘menelanjangi’ bahwa  SARA dan kekerasan terhadap perempuan di Amerika adalah masalah menguatirkan secara universal. Ini tak mengherankan karena Affleck dan salah satu produser film ini, Leonardo DiCaprio adalah sineas sekawan, yang menentang SARA, terutama masalah rasis.

Nyaris tak ada pemain ngetop pada deretan casting film ini selain Ben Affleck, Zoe Saldana, dan Elle Fanning. Tapi Live by Night menyuguhkan kesuksesan akting Elle Fanning. Porsi perannya memang nggak dominan, tapi gestur dan ekpresi wajahnya saat berdialog dengan Affleck terlihat mengagumkan.

Lantas, bagaimana dengan action ala gangsternya? Tentu saja, kamu harus menonton filmnya di bioskop Cinema 21/XXI. [][teks @firza | foto Appian Way Productions, Pearl Street Films]