}
Split: Manusia Multi-Identitas
Film

Split: Manusia Multi-Identitas

by Yogira
Tue, 07-Feb-2017

Lebih baik mengisi soal pilihan ganda ketimbang menghadapi orang berkepribadian ganda. Alasannya? Kamu harus menonton film Split.

Karya sinema arahan M. Night Shyamalan ini memang menonjolkan tokoh utama yang punya banyak kepribadian. Satu tubuh menampung multi-identitas, baik nama, sifat, maupun kelakuan. Layak diacungi jempol akting James McAvoy. Dia mampu memerankan 9 karakter sendirian.

Kisah Split bermula ketika tiga gadis remaja diculik sepulang dari sekolah. Mereka adalah  Casey Cooke [Anya Taylor-Joy], Claire Benoit [Haley Lu Richardson] dan Marcia [Jessica Sula]. Tiga pelajar ini nggak menyangka, ternyata penculiknya punya kepribadian banyak. Dia bisa berubah jadi sosok yang berperangai ‘dingin’ dan rapi, tiba-tiba bisa jadi kemayu layaknya nyonya, berubah lagi jadi anak lugu berusia 9 tahun. Berubah lagi, dia pun bisa bertutur dan berekspresi  bak seorang ‘wadam’.

Casey, Claire, dan Marcia ditahan di ruang-ruang rahasia, yang sengaja disiapkan manusia multi-identitas itu. Tiga cewek ini mencoba kabur. Namun selalu gagal, bahkan nyawanya semakin terancam. Hanya Casey lah yang cukup bisa mengendalikan diri. Casey yang pemurung karena dihantui masa kecil menyakitkan, malah justru bisa meladeni sang penculik secara tenang dan sabar.

Pada waktu luang menyekap tiga gadis malang itu, sang penculik selalu berkonsultasi dengan Dr. Karen Fletcher, seorang pakar psikologi. Dokter inilah yang paling tahu riwayat identitas pasiennya ini, yang ternyata punya 9 nama, yakni: Dennis, Patricia, Hedwig, Monster, Kevin Wendell Crumb, Barry, Orwell, dan Jade. Bahkan Flecther menyelidiki sendiri bahwa pasiennya ini bisa sangat berbahaya dan identitasnya akan kian bertambah hingga jadi 24 nama dan karakter. Lantas, bagaimana Fletcher memberi tahu para korban penculikan manusia multi-identitas ini? Adakah orang yang bisa menghentikan aksi teror dia?

Bagi penonton penyuka film hiburan ringan, tentu saja Split menyuguhkan pemahaman sulit. Tapi, bagi penonton pencinta film horor atau thriller, Split justru jadi tontonan unik. Sang sutradara sekaligus penulis skenario M. Night Shyamalan mampu menggiring alur cerita Split ke dalam ceruk jiwa penonton dengan ketegangan, teror, dan pengalaman psikologis, yang jarang ditemui pada realitas sesungguhnya.

Dalam dunia psikologi, ada istilah yang disebut Gangguan Identitas Disosiatif [GID]. Nah, sang penculik yang dimainkan James McAvoy pada film ini cenderung terserang GID. Malah kepribadian karakter utama pada film Split nggak cuma ganda, tapi banyak. Inilah yang jadi pemicu ketegangannya.

Meski begitu, gagasan tentang gangguan jiwa GID bukanlah sesuatu yang baru dalam cerita film. Jauh hari sebelum Split, ada film berjudul The Three Faces of Eve. Film ini disutradarai Nunnally Johnson dan dirilis di bioskop tahun 1957. Ceritanya tentang  orang dengan 22 kepribadian.

Kamu penasaran dengan film The Three Faces of Eve, tentu saja harus berjuang keras untuk  mendapatkan sumber filmnya. Jadi ya, mending kamu tonton saja film Split di bioskop Cinema 21/XXI. Pastinya lebih memuaskan. [][teks @firza foto Blinding Edge Pictures, Blumhouse Productions]